Cuaca panas yang menyengat tak menyurutkan langkah Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie. Rabu (20/5/2026), mereka turun langsung meninjau kesiapan lokasi Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII di GOR David–Tonny, Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto.
Yang jadi pusat perhatian bukan hanya gedung olahraga itu sendiri, tapi areal persawahan di seberang jalan. Di sinilah lokasi Gelar Teknologi Pertanian bakal digelar. Tak tanggung-tanggung, acara yang akan dihadiri belasan ribu peserta dari seluruh Indonesia ini disiapkan semaksimal mungkin.
“Perkembangannya sudah lebih maju. Kalau saya presentasikan, kondisi lapangan untuk gelar teknologi ini sudah sekitar 60-70 persen,” ujar Gusnar usai peninjauan, optimis.
Lebih dari sekadar ajang seremonial, Gusnar berharap lokasi ini tak mati setelah PENAS usai. Ia membayangkan areal persawahan itu menjadi etalase pertanian modern yang bisa dikunjungi siapa saja.
“Nanti setelah PENAS, saya sudah sampaikan ke Pak Bupati. Tapi tentu nanti Pak Bupati bicara lagi dengan DPRD. Kami berpikir, lokasi ini jadi objek etalase pertanian modern di Gorontalo. Masyarakat bisa datang, belajar bertani di sini,” tambahnya penuh harap.
Sementara sang gubernur fokus ke lokasi teknologi pertanian, Wagub Idah lebih dulu menyapa 400 siswa SMA sederajat yang tengah berlatih keras di bawah terik matahari. Mereka mempersiapkan tarian kolosal bertema petani dan nelayan untuk pembukaan PENAS pada 20 Juni 2026.
Idah yang tampak akrab memberikan motivasi langsung kepada para pelajar itu. Ia mengingatkan bahwa penampilan mereka akan sangat istimewa karena Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
“Berlatih dengan baik, karena kalian akan tampil membanggakan Gorontalo di mata seluruh Indonesia. Presiden juga akan menyaksikan,” pesan Idah penuh semangat.
Dengan target tinggal menghitung hari, semua mata kini tertuju pada kolaborasi petani, nelayan, pemuda, dan pemerintah daerah yang terus bergerak cepat. PENAS ke-XVII bukan hanya ajang unjuk teknologi, tapi juga panggung kebanggaan baru bagi Bumi Serambi Madinah.