Dilansir Pars Today, 21 Mei 2026, Juri Bicara Kementrian Luar Negeri Rusia,Maria Zakharova, dalam konferensi pers mingguannya, menyatakan, “Sekali lagi kami tegaskan posisi prinsip Rusia mengenai hak Iran untuk mengembangkan program nuklir damai sesuai dengan Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT).”
Ia menekankan bahwa hanya Iran yang dapat memutuskan bagaimana menjalankan hak ini, termasuk dalam hal pengayaan uranium.
“Keputusan tentang bagaimana menjalankan hak ini, termasuk dalam hal pengayaan uranium dan bahan nuklir yang ada, hanya dapat diambil oleh rakyat Iran sendiri,” tegasnya.
Zakharova menambahkan bahwa Moskow sepenuhnya berkomitmen untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada Tehran dan Washington dalam implementasi kesepakatan apa pun yang mungkin tercapai selama negosiasi berlangsung.
Di tengah tekanan Barat yang terus meningkat, Moskow secara terbuka menyatakan: Iran adalah penguasa atas program nuklirnya sendiri. Dukungan Rusia ini bukan sekadar retorika, ini adalah sinyal bahwa hukum internasional (NPT) tidak bisa dipilih-pilih. Ketika AS terus mengancam, Moskow berdiri di samping Tehran, menawarkan bantuan teknis dan diplomasi. Pertanyaannya sekarang: apakah Washington akan terus menekan, atau akhirnya menerima kenyataan bahwa Iran memiliki hak yang sama dengan negara-negara NPT lainnya?
“Washington bilang Iran ‘tidak boleh punya nuklir’. Moskow bilang Iran ‘berhak sepenuhnya atas nuklir damai’. Di tengah dua raksasa yang berseberangan, hukum internasional sering menjadi korban. Namun kali ini, Rusia mengingatkan: NPT bukanlah dekorasi. Jika Iran melanggar, ia harus dihukum. Namun jika ia mematuhi, ia tidak boleh diintimidasi.