Abu Dhabi ,17/5/2024– Pihak berwenang di Abu Dhabi bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi pada generator listrik di luar perimeter dalam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah, yang berlokasi di Wilayah Al Dhafra, Uni Emirat Arab. Api dilaporkan muncul akibat serangan drone yang menarget area fasilitas pendukung pembangkit.
Meskipun kebakaran berhasil dikendalikan tanpa mengganggu operasional inti reaktor nuklir, insiden ini langsung memicu spekulasi soal aktor di balik serangan. Sejumlah sumber awal menduga serangan tersebut didalangi oleh Iran, mengingat ketegangan regional yang masih tinggi.
Namun, para analis keamanan menyatakan keraguan terhadap klaim tersebut. “Jika ini benar-benar berasal dari Iran, Teheran biasanya akan mengonfirmasi atau setidaknya memberi sinyal politik atas tindakan tersebut, seperti yang mereka lakukan dalam berbagai insiden sebelumnya,”
Keraguan itu memunculkan teori alternatif bahwa serangan ini kemungkinan merupakan aksi false flag — yakni serangan bendera palsu yang sengaja dibuat untuk menyeret nama Iran dan memicu kembali perang,memicu kembali eskalasi situasi keamanan di Teluk yang belakangan cenderung mereda. “Situasi saat ini relatif tenang secara diplomasi. Serangan semacam ini sangat menguntungkan pihak-pihak yang ingin menghidupkan kembali ketegangan, baik untuk kepentingan domestik maupun regional,”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas tertentu yg mengkonfirmasi serangan ini, PLTN Barakahmerupakan pembangkit nuklir pertama di dunia Arab yang mulai beroperasi penuh pada tahun 2024.