Urusan bayar pajak kendaraan di Gorontalo kini makin gampang. Tak perlu repot antre atau jauh-jauh ke kantor Samsat. Pemprov Gorontalo melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) resmi meluncurkan Gerai Samsat Mobile (GSM) dan Gerai Inovasi Integrasi Samsat (GIIS).
Peluncuran dilakukan langsung oleh Gubernur Gusnar Ismail bersama para kepala instansi vertikal di halaman kantor Bapenda Provinsi, Rabu (29/4/2026). Suasana pagi itu terasa semarak, karena inovasi ini diharapkan bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil hingga pegawai.
Samsat keliling alias GSM akan beroperasi di lima titik strategis: kawasan Menara Limboto, Malioboro, Marisa, Boalemo, dan Gorontalo Utara. Sementara GIIS hadir di depan kantor Bapenda Provinsi. Bukan cuma itu, acara peluncuran juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama operasional aplikasi Samsat Digital Nasional (Signal).
“Kita ingin jaga tren positif digitalisasi pelayanan publik. Masyarakat bayar pajak atau sahkan STNK, tidak perlu antre atau datang ke samsat. Cukup digital, gampang,” ujar Gusnar dengan semangat.
Baginya, ini bukan soal gaya-gayaan. Ada misi besar di balik layar: TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah). Gusnar menegaskan semua transaksi Samsat harus non-tunai dan real time.
“Ini wujud dukungan penuh kita. Semua transaksi wajib non tunai, real time, masuk kas daerah tanpa jeda. Transparan, akuntabel, dan tidak ada lagi celah kebocoran,” tegasnya.
Yang menarik, Gusnar tak hanya bicara soal layanan. Ia juga menyoroti potensi pajak yang “nyangkut” di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia mendorong agar kendaraan bermotor yang tak bayar pajak atau tak punya plat nomor segera diinventarisir, terutama milik ASN.
“Nanti siap-siap di masing-masing OPD. Inventarisir dulu para ASN yang punya kendaraan dua sampai tiga motor di rumah, kemudian tidak bayar pajak. Ini saya rasa banyak,” ujar Gusnar disambut gelagapan para pejabat yang hadir.
Pernyataan itu seperti tegangan manis sekaligus peringatan. Karena selama ini, banyak kendaraan ASN yang pajaknya mati, tapi tetap melenggang bebas di jalan. Kini, mereka masuk radar.
Di akhir sambutannya, Gusnar berpesan kepada seluruh jajaran Bapenda agar gencar menyosialisasikan gerai Samsat ini. Layanan tanpa batasan waktu dan tempat harus diketahui masyarakat luas.
“Jangan sampai inovasi cuma jadi simbol. Sosialisasi terus, agar warga tahu bahwa bayar pajak sekarang mudah, cepat, dan bisa di mana saja,” pungkasnya.