Oleh : dulwahab (Jurnalis,Peneliti Islam).
Sosok Pati Unus (Raden Abdul Qadir) dalam sejarah Nusantara tidak hanya dikenal sebagai Sultan Demak II yang gigih melawan Portugis, tetapi juga sebagai pewaris jaringan ulama transnasional yang menghubungkan Kalimantan, Malaka,Jawa, Persia, dan Gujarat-india, hingga bernasab kepada Imam Husain, cucu Nabi Muhammad SAW. Pati unus dan Armada Lautnya yg Megah dan Tangguh menjadi tonggak sejarah Maritim Nusantara. Bisa dibilang Pati unus melanjutkan Expedisi Majapahit ,Namun Expedisi dan Armada Laut Pati unus lebih megah dan Monumental serta Kolosal dibanding era Majapahit,armada Laut Pati unus memiliki kapal induk yg sangat besar dizaman itu,Hal ini dicatat sendiri oleh Portugis .
Jejak Kalimantan dan Jaringan Ulama Nusantara
Seorang Penjelajah asal Portugis, Tomé Pires dalam bukunya “Suma Oriental” yg ditulis sekitar tahun 1500 an saat datang ke jawa dan malaka menyebut Bahwa Pati Unus Berasal dari Kalimantan dan Merupakan Menantu Raden Patah. Kakeknya Pati Unus dari Pihak ayah berasal dari Kalimantan barat daya.
Dalam sumber lain disebutkan kakek dari Ayahnya terhubung dengan ulama di Persia -(iran-irak) yang masih merupakan Keturunan Imam Husein.kakek Pati unus dari Kalimantan Merantau ke Malaka dan Menikah dengan seorang wanita Melayu dan Melahirkan anak bernama Muhammad Yunus,Muhammad Yunus Menikah dengan Salah satu Putri Sunan Bonang yang kelak punya Anak bernama Raden Abdul Qadir,Atau Pati Unus. Karna Merupakan Saudagar,Ayah Pati unus,Muhammad Yunus dari Malaka pindah ke Jepara (Jawa) dan menjadi Tokoh besar di Jepara,Ada beberapa Sumber mengatakan Ayah Pati unus,Muhammad Yunus diangkat menjadi Adipati di Jepara oleh Sultan Demak I ,Raden Patah.
Sementara sumber lain menyebut kakek buyutnya adalah Syekh Muhammad Akbar AlAnsari, ulama besar dari Persia (iran-irak) yang terkait dengan jaringan dakwah di Nusantara,kemungkinan besar ini adalah kakek Pati unus dari pihak ibunya, hak Ini menunjukkan garis keturunan Pati Unus terhubung dengan pusat peradaban Islam di Timur Tengah, yang masuk Nusantara melalui jalur dagang dan dakwah.
Jalur Pihak Ayah: Syekh Khaliqul Idris dari Persia ke Kalimantan lalu ke Jepara
Ayah Pati Unus adalah Raden Muhammad Yunus, putra Syekh Khaliqul Idrus (Abdul Khaliq Idrus). Mubalig Persia ini datang ke nusantara sekitar tahun 1400 Masehi,Hidup di kalimantan dan bolak balik ke Jawa (Jepara) dan Malaka.
Jalur Pihak Ibu: Koneksi ke Sunan Ampel
Ibu Pati Unus adalah Dewi Murtasimah (Asyiqah/Solekha), putri Sunan Ampel (Raden Rahmat). Silsilah Sunan Ampel,putra Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) bersambung ke Syekh Maulana Akbar dari Gujarat. Ini menjadikan Pati Unus cicit Syekh Maulana Akbar yg menjadi bagian dari jaringan dakwah Wali Songo.
Melalui sang ibu, Pati Unus juga terhubung dengan Sunan Bonang (Raden Makdum Ibrahim), putra Sunan Ampel,kemungkinan besar ibu dari Pati unus merupakan hasil perkawinan dari kakeknya dan neneknya dimana salah satunya anak dari sunan Bonang.
Pati Unus dalam Catatan di Klenteng Sam poo kong Semarang.
Catatan dari Klenteng Sam Poo Kong di Semarang menyebut Pati Unus dengan nama Yat Sun (逸孫). Ini adalah sumber penting yang mengungkap identitas dan masa pemerintahannya.
Status Pati unus sebagai Putra Mahkota, Catatan ini secara tegas menyebut Yat Sun (Pati Unus) adalah putra kandung Raden Patah (Jin Bun). Ini bertentangan dengan catatan Portugis Tomile Pires yang menyebutkan Pati unus adalah menantu Raden Patah,Putri Raden Patan Di nikahkan dengan Pati Unus, Menurut Saya Pati Unus Merupakan Menantu dari Raden Patah (sultan Demak I) dan juga merupakan anak angkat,Bukan anak kandung,Namun Raden Patah Sendiri masih ada hubungan saudara dengan patuh unus dari kakek buyut ibu Raden Patah yang bersalah dari Campa,Putri Campa diyakini masih dari keturunan Imam Husein dan Hasan.
Catatan klenteng mungkin menafsirkan bahwa putra mahkota harus anak kandung sesuai dengan kebudayaan di Tiongkok dan Majapahit pada umumnya,Padahal dalam Tradisi kepemimpinan Islam tidak harus dari anak kandung bisa menjadi sultan,Bisa dari paman,Menantu atau Ponakan dan sepupu namun masih dalam satu pohon silsilah keluarga dekat.hal ini terjadi di beberapa kesultanan Islam di Nusantara ,bahkan di Kerajaan Majapahit dan beberapa kerajaan di Nusantara.
Catatan klenteng ini juga menyebut nama Tionghoa untuk kerabatnya, yaitu Raden Patah sebagai Jin Bun dan adik Pati Unus, Raden Trenggana, sebagai Tung Ka Lo.
Masa Pemerintahan (1518-1521), Catatan menyebut Jin Bun (Raden Patah) wafat pada tahun 1518 di usia 63 tahun, dan pada tahun yang sama Yat Sun (Pati unus) naik takhta.
·Kematian (1521) Yat Sun (Pati unus) wafat pada tahun 1521.
Pati Unus Paham tentang Laut dan Kapal.
Pati Unus sangat Paham tentang Laut Nusantara dan Kapal Perang,karna Pati unus Dan bapaknya Melanglang buana,Hidup di Kalimantan,Malaka,dan sering ke sulawesi (kesultanan Goa Makasar), dengan Kondisi ini,hanya Pati unus di kesultanan Demak yang dipercayakan oleh Raden Patah untuk memimpin Expedisi penyerbuan ke Basis Portugis di Malaka yg telah dijajah.
Armada Laut Pati unus terbuat dari Kayu Ulin ,Kayu besi Kalimantan yang dirakit atau dibuat menjadi kapal perang oleh para engineer kapal dari kesultanan Goa, sebagian kapal kargonya terbuat dari kayu jati. Kapal perang Pati unus yg terbuat dari kayu Ulin,kayu besi sangat kuat dan sulit di tembus peluru dan meriam.
Bersambung: