YOGYAKARTA – Kabar membanggakan datang dari Provinsi Gorontalo. Aidel Amalia Nasaru, seorang putri daerah, resmi dinyatakan lulus sebagai Taruna Pertanahan/Agraria di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) untuk tahun ajaran 2026. Kelulusan ini diraih setelah Aidel menjalani rangkaian tes dan ujian seleksi selama dua pekan penuh di kampus STPN, Yogyakarta.
Proses seleksi yang berlangsung sejak Juli 2026 ini dikenal sangat ketat dan kompetitif. Dari total 1.800 pendaftar yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia, hanya 200 orang terbaik yang berhasil menyandang status kelulusan. Aidel termasuk di dalamnya, dan kini resmi menempati Asrama Taruna STPN di Yogyakarta untuk memulai masa pendidikan yang intensif.
Keberhasilan Aidel bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi juga menjadi tambahan penting bagi sumber daya manusia (SDM) asal Gorontalo di bidang pertanahan, agraria, dan tata ruang. Hal ini sangat signifikan mengingat saat ini jumlah sarjana dengan spesialisasi keilmuan tersebut di Indonesia, khususnya di Provinsi Gorontalo, masih tergolong langka, banyak yang bekerja di Kantor Pertanahan bukanlah urusan Taruna STPN.
“Dengan lulusnya Aidel, kami berharap akan lahir sosok aparatur atau profesional yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dan kebijakan khusus di sektor pertanahan. Ini investasi jangka panjang untuk pembangunan daerah,” ujar salah satu pengamat pendidikan di Gorontalo.
STPN merupakan lembaga pendidikan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang mencetak kader-kader unggul berkompetensi di bidang penataan ruang dan pengelolaan pertanahan. Selama pendidikan, para taruna dibekali ilmu tentang hukum agraria, survei dan pemetaan kadastral, pengelolaan tanah, hingga perencanaan tata ruang yang berkeadilan.
Ke depan, Aidel akan menjalani pendidikan yang tidak hanya mengasah kemampuan akademik Pertanahan, tetapi juga fisik dan mental keprajuritan. Diharapkan setelah menyelesaikan pendidikannya, ia dapat kembali berkontribusi bagi Provinsi Gorontalo maupun Indonesia secara luas dalam menghadapi tantangan sengketa tanah, reforma agraria, dan penataan ruang yang berkelanjutan.
“Semangat Aidel menjadi bukti bahwa putra-putri daerah mampu bersaing di kancah nasional. Ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Gorontalo untuk mengisi sektor-sektor strategis yang selama ini masih minim perhatian,” tutup salah satu tokoh masyarakat Gorontalo di Jakarta.
Pihak Keluarga dari Aidhel berharap Pemerintah daerah Gorontalo memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan berupa Beasiswa,karna Proses Kuliah dalam beberapa tahun kedepan cukup menelan Biaya yang tida sedikit aia mahale da’a .