GORONTALO, 23 April 2026 – Gubernur Gorontalo, Dr. Gusnar Ismail, memimpin secara langsung Rapat Koordinasi persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan tahun 2026 yang akan berlangsung di Limboto Gorontalo, Kamis (23/4/2026).

Dalam rapat yang berlangsung selama lebih dari tiga jam tersebut, fokus utama pembahasan bukan hanya pada teknis saja, melainkan pada strategi penggenjotan sektor ekonomi kreatif (Ekraf) dan UMKM lokal sebagai tulang punggung perhelatan akbar yang digelar empat tahun sekali ini.
Rapat yang berlangsung di ruang utama Rumah dinas Gubernur didampingi oleh Wagub ida Syahidah,dihadiri jajaran pemangku kepentingan daerah, termasuk Perwakilan Panitia dan Kadis-Kadis dari Kabupaten Gorontalo, Ketua Panitia Provinsi, Ketua Dekranasda Provinsi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, serta Kepala Dinas Disparekrafpora,Kadis Perikanan, dan Kadis Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop) Provinsi Gorontalo.
Kurasi untuk UMKM dan Produk Pangan Lokal Jadi Prioritas
Lebih lanjut, Gubernur memberikan arahan spesifik bahwa produk Ekraf berbasis pangan harus menjadi yang utama. Menurutnya, hal ini sangat sejalan dengan semangat dasar PENAS yang menghormati kerja keras petani dan nelayan. Pangan adalah representasi langsung dari petani dan nelayan .
Optimisme Menyambut Presiden dan Akomodasi VIP
Ketua Panitia Provinsi melaporkan bahwa tingkat kesiapan saat ini sudah sangat matang. Rapat juga membahas kesiapan akomodasi dan penginapan untuk tamu kehormatan, terutama rencana kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto beserta jajaran menteri Kabinet yang dijadwalkan akan membuka secara resmi acara PENAS 2026 di Limboto,Kabupaten Gorontalo.
Panitia sudah memetakan hotel-hotel di sekitar Gorontalo dan Limboto. Untuk pengamanan dan kenyamanan Presiden serta rombongan, panitia juga akan menyiapkan rumah-rumah singgah yang representatif. Tidak ada masalah,ujar perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi,Karna PENAS memang Konsepnya sebagian Peserta Utama tinggal di Rumah Warga Sehingga Menyatu dengan Warga Petani dan Nelayan.
Dampak Ekonomi: Gaungnya hingga ke Pelosok
Dengan target kunjungan lebih dari 30 ribu peserta dan pengunjung dari seluruh Indonesia, Gubernur Gusnar melihat momen ini sebagai lokomotif kebangkitan sektor pariwisata,ekonomi kreatif,Pangan dan UMKM di Gorontalo.
PENAS 2026 yang direncanakan berlangsung selama satu pekan penuh di Kawasan Limboto dan destinasi lainnya ini diprediksi akan memutar ekonomi hingga miliaran rupiah, didominasi oleh transaksi produk UMKM lokal, kuliner, dan jasa akomodasi. Panitia menargetkan seluruh booth UMKM sudah siap 100 persen.