Di halaman rumah jabatan Gubernur, Selasa (7/10/2025), sebuah kepergian suci dilepas dengan doa dan harap. Gubernur Gusnar Ismail bukan hanya melepas sebelas putra-putri terbaiknya yang akan berlaga di Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional ke-XXVIII di Sulawesi Tenggara. Ia melepas mereka dengan sebuah amanat yang lebih berat dari sekadar membawa pulang piala: untuk membawa identitas Gorontalo sebagai “Serambi Madinah” yang sesungguhnya.
“Tampillah dengan penuh keyakinan dan jaga kewibawaan daerah kita,” pesan Gusnar. Kata-katanya itu mengisyaratkan bahwa perjalanan ini bukan semata pertarungan suara emas dan hafalan yang sempurna, melainkan sebuah diplomasi kultural. Setiap lantunan ayat dan hadits yang dikumandangkan adalah suara Gorontalo yang religius dan berakhlak, yang hendak bergaung di pentas nasional.
Keyakinan Gusnar tidak lahir dari ruang hampa. Ia bersandar pada rekam jejak LPTQ Provinsi Gorontalo yang konsisten mencetak prestasi—dari Terbaik II di Pontianak hingga Harapan Nasional di berbagai kota. Jejak ini dibangun melalui proses pembinaan yang terstruktur dan berintegritas. Seperti yang dijelaskan Ketua LPTQ Budiyanto Sidiki, dua tahap pemusatan latihan yang intens—dua bulan untuk pendalaman teknis dan seminggu untuk pemantapan akhir—dirancang bukan hanya untuk mencetak juara, tetapi untuk menempa karakter, disiplin, dan kepercayaan diri.
Yang patut dicatat adalah apresiasi Gusnar terhadap pola pembibitan dan pembobotan oleh Kanwil Kementerian Agama. Pendekatan ini menunjukkan sebuah visi jangka panjang: bahwa mencetak generasi Qur’ani yang unggul membutuhkan lebih dari sekadar pelatihan kilat, tetapi sebuah ekosistem yang memelihara bakat sejak dini dan memberinya bobot spiritual serta intelektual.
Komitmen Gubernur untuk hadir langsung dalam pembukaan STQH di Sulawesi Tenggara adalah sebuah simbol dukungan yang powerful. Kehadirannya adalah pengingat bahwa perjuangan kafilah ini adalah perjuangan bersama, sebuah misi daerah yang dipikul dari tingkat tertinggi pemimpin hingga ke hati setiap peserta.