GORONTALO – Malam di kawasan Pentadio Resort, Kabupaten Gorontalo, selama ini sunyi dalam gelap. Sejumlah bangunan, beberapa titik penting, dan ruas-ruas jalan masih minim penerangan. Hanya suara angin dari Danau Limboto yang menemani kegelapan, seolah menyimpan kenangan kejayaan tempo dulu.
Tapi suasana itu akan segera berubah. Menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang digelar pada 20–25 Juni 2026, kawasan ini mulai berdenyut harapan.
Rachmat Gobel, Anggota DPR RI, tak tinggal diam. Saat meninjau langsung lokasi Pentadio pada 5 Mei 2026, matanya menangkap satu kekurangan mendasar, minimnya lampu. Bukan sekadar soal teknis, tapi soal kenyamanan dan kebahagiaan ribuan peserta yang akan datang dari seluruh Indonesia.
Lampu-lampu itu bukan hanya penerang. Gobel membayangkan keindahan artistik malam yang akan menyinari para petani dan nelayan saat beristirahat setelah seharian mengikuti lomba, pameran, dan temu usaha. Cahaya yang hangat, warna yang lembut, dan suasana yang membahagiakan.
Bayangkan, Pentadio yang dulunya sepi, kini berubah menjadi taman cahaya. Peserta PENAS bisa berjalan dengan aman, tersenyum, berswafoto, merasakan bahwa malam di Gorontalo juga memeluk mereka dengan hangat. Itulah bentuk penghormatan kepada para pahlawan pangan nusantara.
Pentadio,Destinasi Legendaris di Tepi Danau Limboto
Bagi yang pernah mengenal Gorontalo tempo dulu, Pentadio Resort bukanlah nama asing. Terletak di tepi Danau Limboto yang tenang, tempat ini dulu menjadi destinasi wisata legendaris. Keluarganya berlibur, anak-anak bermain, dan pengunjung menikmati senja sambil melepas penat.
Kini, lokasi yang sarat kenangan itu akan kembali bersinar. Bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi sebagai pusat kegiatan PENAS 2026. Ratusan stan, arena kontes ternak, pameran teknologi pertanian, hingga pertemuan nelayan se-Indonesia akan memadati kawasan ini.
Dari Siang Hingga Malam, Cahaya untuk Ribuan Peserta PENAS
Dengan estimasi kehadiran antara 15.000 hingga 30.000 peserta, kesiapan fasilitas menjadi kunci sukses. Pemasangan lampu-lampu artistik ini ditargetkan rampung sebelum acara berlangsung. Hasilnya, Pentadio tak hanya ramai di siang hari, tetapi juga memukau saat malam tiba.
PENAS 2026 bukan hanya ajang unjuk gigi teknologi pertanian. Ini adalah pesta sosial wisata yang menyatukan petani, nelayan, pemerintah, dan masyarakat. Dan di balik gemerlap lampu yang akan segera terpasang, ada pesan sederhana: bahwa negeri ini peduli kepada mereka yang membangun ketahanan pangan dari ladang dan laut.
Pentadio akan kembali dikenang. Bukan hanya sebagai resort legendaris di tepi Danau Limboto, tetapi sebagai tempat di mana malam menyala indah untuk para pahlawan Pangan nusantara.
Editor Reportase: dulwahab