GORONTALO – Hanya menyisakan 12 hari menuju Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengubah arah rapat evaluasi kesiapan Liaison Officer (LO) menjadi ajang pemanasan mental. Dalam rapat yang digelar di Aula Rujab Gubernur, Senin (8/6/2026), Gusnar secara tegas meminta para LO untuk tidak berperilaku seperti “tamu” di daerah sendiri.
“Saya minta LO itu jadi ‘orang rumah’, bukan sekadar tamu yang ikut-ikutan. Tamu datang, disambut, lalu pergi. Tapi ‘orang rumah’ tahu persis siapa yang datang, kebutuhannya apa, kamarnya di mana, sampai dia pulang,” ujar Gusnar di hadapan Sekda Sofian Ibrahim, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muljady Mario, serta seluruh pimpinan OPD selaku penanggung jawab LO.
Menurut Gusnar, keberhasilan Gorontalo sebagai tuan rumah tidak hanya dinilai dari lancarnya agenda utama, tetapi dari kualitas pelayanan kecil yang dirasakan peserta. Karena itu, setiap LO kini wajib menguasai data secara detail: dari jadwal kedatangan, jenis akomodasi (homestay/hotel), hingga moda transportasi yang dibutuhkan kontingen dampingannya.
“Jumlah kontingen yang akan datang, rincian pesertanya, pejabat yang hadir, semua harus bisa saya ikuti perkembangannya. Jangan sampai ada yang nyasar atau salah alamat karena LO-nya tidak update,” tegasnya.
Data sementara yang dilaporkan dalam rapat menunjukkan bahwa Kalimantan Timur menjadi kontingen terbesar dengan 556 peserta, disusul Sulawesi Tengah (508) dan Sulawesi Tenggara (306). Sementara peserta lokal dari Gorontalo Utara saja mencapai sekitar 3.000 orang.
Selain pendampingan peserta, Gubernur juga memerintahkan seluruh OPD untuk memastikan kesiapan venue. Dengan waktu yang tersisa kurang dari dua pekan, Gusnar mengajak semua pihak saling mengingatkan.
“Tinggal 12 hari lagi. Saya harap kita lebih fokus, saling mengingatkan, dan menjalankan tanggung jawab masing-masing. Insyaallah semua berjalan lancar,” pungkasnya.
Rapat ditutup dengan arahan teknis dari Sekda Sofian Ibrahim untuk memastikan setiap LO sudah mengantongi peta lokasi, kontak darurat, serta jadwal kepulangan kontingen sejak H-7 pelaksanaan.