Opini Publik : dulwahab.
Kepergian Almarhum Haji Dr Rachmat Gobel, pada Jumat (10/7/2026) dini hari meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi masyarakat Gorontalo. Di usianya yang ke-63 tahun, almarhum telah mengabdikan hidupnya untuk memajukan tanah kelahiran leluhurnya. Sebuah pesan terakhir yang menggetarkan justru ia tinggalkan beberapa saat sebelum wafat, melalui unggahan konten video 10 destinasi wisata terindah di Gorontalo di akun Instagramnya dan Tiktoknya.
“Banyak yang mencari keindahan jauh ke luar negeri, padahal Gorontalo menyimpan pesona yang tak kalah memukau. Mari lebih mengenal, mencintai, dan membanggakan tanah yang kita miliki,” tulis Rachmat Gobel di akun @rachmatgobel_rg. Daftar tersebut mencakup berbagai ikon kebanggaan Gorontalo, mulai dari Hiu Paus Botubarani, Danau Perintis, Menara Pakaya Limboto, Taman Limboto, Pentadio Resort,Kampung Nelayan Torosiaje, Kampung Wisata Kuliner Tamendao hingga Benteng Otanaha.
Unggahan itu bukan sekadar konten wisata biasa. Ini adalah cerminan dari konsistensi hidupnya. Semasa menjabat sebagai anggota DPR RI dari Dapil Gorontalo, Rachmat Gobel dikenal sangat konsen memikirkan cara agar Bagaimana Gorontalo bisa keluar dari belenggu kemiskinan dan mencapai kesejahteraan. Baginya, bantuan sosial (bansos) dan BLT bukanlah solusi jangka panjang. Ia meyakini pemberdayaan ekonomi kerakyatan adalah kunci utama.
Komitmen itu diwujudkan dalam berbagai program nyata yang terintegrasi. Rachmat Gobel menggagas pembangunan desa agrowisata, salah satunya di Desa Tilihuwa yang berbasis komoditas kacang tanah. Di sini, pertanian, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan pariwisata berjalan beriringan untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Ia juga membangun ekosistem pertanian terintegrasi dengan wisata dan pendidikan melalui 20 desa agrowisata dengan 10 komoditas unggulan. Hasilnya, komoditas seperti kakao dan kopi Pinogu berhasil menembus pasar internasional.
Kiprah Rachmat Gobel juga meninggalkan jejak fisik yang nyata. Ia merancang Visi Gorontalo 2051 untuk menjadikan daerah itu sebagai pusat agrominapolitan Indonesia Timur. Gobel Group pun berkomitmen mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan pelabuhan internasional di Gorut untuk memperkuat konektivitas logistik. Di sektor pariwisata, tangan dinginnya telah menyulap Danau Perintis yang dulunya sepi menjadi ikon pariwisata, serta mempercantik Menara Pakaya dan Taman Limboto dan Pentadio Resort.
Pesan terakhir melalui deretan destinasi wisata itu seakan menjadi wasiat,Gorontalo memiliki segalanya untuk bangkit. Keindahan alam, potensi pertanian, Perikanan dan semangat UMKM adalah jalan menuju ekonomi kerakyatan yang kuat dan Berkelanjutan.
Kepergian Rachmat Gobel adalah kehilangan besar, tetapi gagasan dan warisan yang ditinggalkannya akan terus menjadi penerang bagi langkah Gorontalo menuju masa depan yang lebih Maju,sejahtera,Adil dan Makmur.