Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, Selasa (21/4/2026), ada momen haru yang berlangsung di kantor Kementerian Sosial RI. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, datang bukan untuk urusan biasa. Ia menyerahkan langsung dokumen pengusulan dua tokoh terbaik daerahnya untuk menjadi Pahlawan Nasional.
Dua nama itu adalah Aloei Saboe dan HB Jassin. Keduanya adalah putra Gorontalo yang jasa dan pengabdiannya untuk bangsa tak terbantahkan.
Pertemuan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini ini pun terasa istimewa. Gusnar menyerahkan berkas langsung ke tangan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Sebuah langkah nyata bahwa Gorontalo tak ingin tokoh-tokohnya hanya dikenang di daerah, tapi diakui secara nasional.
“Pengusulan ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian para tokoh Gorontalo yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara,” ujar Gusnar dengan penuh haru.
Aloei Saboe dan HB Jassin: Dua Nama Besar yang Pantas Disebut Pahlawan
Siapa Aloei Saboe? Ia adalah tokoh perjuangan dan birokrat yang pernah menjadi Gubernur Gorontalo pertama setelah pemekaran. Sementara HB Jassin adalah sastrawan legendaris yang dikenal sebagai “Paus Sastra Indonesia”. Keduanya memiliki jejak pengabdian lintas generasi.
Gusnar memastikan bahwa semua persyaratan sudah lengkap. Mulai dari rekomendasi gubernur, riwayat ahli waris, foto calon pahlawan, hingga biografi lengkap. Tak ada yang terlewat.
“Seluruh dokumen telah kami lengkapi sesuai ketentuan. Kami berharap usulan ini dapat memperoleh perhatian dan apresiasi dari pemerintah pusat,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, yang turut mendampingi gubernur.
Tak Hanya Urusan Pahlawan, tapi Juga Sekolah Rakyat
Di luar pengusulan pahlawan, pertemuan itu juga menjadi ajang diskusi strategis. Gusnar dan Mensos Saifullah Yusuf membahas perkembangan program Sekolah Rakyat di Gorontalo. Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan akses pendidikan yang lebih baik.
Kini, tinggal proses selanjutnya di tangan pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap, usulan ini tidak sekadar menjadi berkas administrasi. Tapi akan berbuah pengakuan resmi: pahlawan nasional baru dari Bumi Hulontalo.
Generasi muda Gorontalo—dan Indonesia—sangat butuh teladan. Semoga jejak Aloei Saboe dan HB Jassin tak hanya dikenang, tapi juga diabadikan sebagai pahlawan sejati.