Gorontalo – Hujan deras mengguyur Kota Gorontalo sejak sore hingga malam, Senin (27/4/2026). Namun, ribuan alumni SMA Negeri Negeri 1 Gorontalo dari berbagai angkatan tetap berbondong-bondong memenuhi lokasi acara ramah tamah yang dilaksanakan di Aula SMAN 1.
Di tengah guyuran Hujan yang tak kunjung reda, suasana justru terasa hangat. Gubernur Gorontalo, Dr. Gusnar Ismail yang hadir di tengah-tengah para alumni IKA SMANSA Dengan pakaian sederhana dan senyum khas disambut meriah oleh Panitia acara.

Ketua Alumni IKA SMANSA Gorontalo, Irjen Pol Yotje Mende, juga hadir dan Memberikan Sambutan. Dalam suasana akrab yang ditemani kopi dan aneka Makanan khas daerah, ia mengajak seluruh alumni untuk terus berkontribusi bagi tanah kelahiran dan Sekolah tercinta,yaitu SMA Negeri 1 Gorontalo.
Hadir juga Beberapa Kepala dinas di Pemerintah Provinsi Gorontalo yang Merupakan Alumni SMANSA.
Sumbangan untuk Islamic Center, Wujud Cinta pada Kampung Halaman .
Salah satu momen paling mengharukan terjadi saat beberapa perwakilan alumni secara sukarela memberikan sumbangan untuk pembangunan Gorontalo Islamic Center,sebuah proyek sosial yang sedang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Gubernur Gusnar Ismail yang menerima langsung sumbangan itu sangat berterima kasih atas kepedulian dan solidaritas alumni IKA SMANSA.
Ketua Panitia Cara Ramah Tamah,Dr Sahmin Madinah mengucapkan Terima Kasih atas Kehadiran dan Dukungan Para Alumni sehingga acara ini terlaksana dengan baik dan Gembira.
Kabar Gembira dari Presiden Prabowo: Sekolah Rakyat untuk Gorontalo
Di sela-sela acara yang berlangsung hingga larut malam, Gubernur Gusnar Ismail juga menyampaikan kabar baik yang langsung disambut sorak gembira para alumni. Ia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto melalui program nasionalnya akan segera membangun Sekolah Rakyat di Gorontalo.
Malam yang Mengingatkan: Kita Pernah Bersama, dan Akan Tetap Bersama

Acara yang sedianya hanya ramah tamah biasa berubah menjadi momen refleksi kolektif. Sesekali terdengar tawa, lalu hening saat nostalgia masa sekolah, lalu kembali haru ketika lagu-lagu lama dinyanyikan bersamaan.
Hujan di luar tetap deras. Tapi di dalam, tidak ada satu pun hati yang merasa basah. Yang ada hanya kehangatan, kebersamaan, dan tekad untuk terus membangun Gorontalo,Khususnya Sekolah SMA N 1 Gorontalo.