Editorial:
sebelumnya ramai diberitakan media dikota Gorontalo bahwa akan ada demo besar besaran yang akan dihadiri oleh ribuan para penambang di rumah dinas Gubernur Gorontalo pada Senin 6 April 2026,katanya para Pendemo akan pasang tenda dilapangan taruna.
Namun pada Faktanya demo yang dilaksanakan pada Senin 6 April ini hanya dihadiri oleh puluhan orang,sekitar 50 orang, sisanya warga yang datang menonton alias karlota ,Wartawan,PNS dan petugas keamanan yg berjaga,tak ada juga acara pasang tenda dan menginap dilapangan taruna.
Hal ini mungkin saja membuat kecewa politisi kota Gorontalo dan media pendukungnya?,membuatnya harus gigit jari?.
Tak ada juga acara menginap dilapangan taruna dengan tenda karna cuma sedikit orang.
lapangan taruna itu kalau siang hari sangat panas,jika malam hari sangat dingin dan ada gosip dari zaman dulu lapangan taruna sering muncul suara hantu pocong dan Ponggo dan sering lewat kalumba,lagi pula banya kaki saribu dilantai tanah lapangan saat malam hari,kaki saribu atau lipan atau Hulipa,jika masuk ke tenda dan menggigit bisa bikin bengkak ,mungkin wajar para Pendemo langsung pulang selesai demo kemarin sore.
Para Penambang Juga terlihat tak mau Komunitasnya di tunggangi oleh agenda politik tertentu,wajar banyak penambang tidak ikut hadir.
Hubungan Baik Gubernur Gorontalo dan para Penambang selama ini sangat baik ,bahkan Gubernur Gusnar sejak tahun lalu terus mengupayakan agar IPR segera selesai izinnya dari Pusat.