GORONTALO, 26 Februari 2026 — Pemerintah Provinsi Gorontalo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu menekan angka anak yang tidak bersekolah. Ajakan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat membuka Konsolidasi Daerah Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Rabu (25/2/2026).
Berdasarkan data Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo, saat ini terdapat sekitar 26.000 anak atau 10 persen dari populasi usia sekolah yang tercatat sebagai Angka Tidak Sekolah (ATS). Idah menyoroti faktor sosial-ekonomi keluarga sebagai akar masalah yang membutuhkan intervensi lintas sektor.
“Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga orang tua, masyarakat, dan seluruh pihak terkait harus bersinergi untuk menurunkan angka ATS di Gorontalo. Jika ada anak yang putus sekolah, kita harus bersama-sama membujuk dan memberikan motivasi, termasuk kepada orang tuanya,” tegas Idah.
Salah satu upaya strategis yang telah dijalankan pemerintah adalah kehadiran program Sekolah Rakyat di Kabupaten Boalemo. Program ini menyediakan fasilitas berasrama serta kebutuhan siswa secara memadai untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengakses pendidikan. Meski demikian, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan ketahanan siswa untuk menuntaskan pendidikan mereka hingga selesai.
Di samping itu, Gorontalo juga tercatat sebagai salah satu dari 20 provinsi yang berpeluang membangun Sekolah Garuda—sebuah program nasional dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045. Saat ini, pemda tengah menyiapkan lahan yang memenuhi kriteria pemerintah pusat, termasuk aspek aksesibilitas dan representasi kawasan.
“Melalui konsolidasi ini, kami berharap lahir langkah-langkah strategis dan terukur untuk menekan angka tidak sekolah serta memperkuat mutu pendidikan dasar dan menengah. Dengan kolaborasi yang solid, pendidikan di Gorontalo akan semakin maju, inklusif, dan berdaya saing,” tutur Idah.
Kegiatan yang digelar oleh BPMP Provinsi Gorontalo ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Februari 2026, dengan mengusung tema “Kolaborasi Semesta, Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”