Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, memicu gelombang tsunami yang terdeteksi di tiga wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ketinggian tsunami bervariasi hingga maksimal 0,19 meter.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, dalam jumpa pers virtual pada Senin (8/6/2026) mengonfirmasi bahwa tsunami telah tercatat di tiga lokasi.
“Tsunami sudah tercatat di 3 lokasi,” ujar Nelly.
Berdasarkan data yang dipublikasikan di situs resmi BMKG, ketiga lokasi tersebut adalah:
1. Kedi, Kecamatan Halmahera Barat, Maluku Utara – ketinggian tsunami tercatat 0,09 meter pada pukul 07.20 WIB.
2. Ulu Sia, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara – ketinggian tsunami 0,18 meter pada pukul 07.27 WIB.
3. Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara – ketinggian tsunami 0,19 meter pada pukul 07.27 WIB.
Dalam unggahan di akun resmi media sosialnya, BMKG menuliskan: “Telah terdeteksi di Kedi Maluku Utara (07.20 WIB) 0.09m, Ulu Siau (07.27 WIB) 0.18m, Melonguane (07.27 WIB) 0.19m #BMKG.”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan atau korban jiwa akibat tsunami tersebut. BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir yang berpotensi terdampak untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
di Gorontalo gempa terdeteksi 5,4 skala Richter, diprediksi Gorontalo bagian Utara akan terdapat gelombang,tapi tidak besar,namun masyarakat harus tetap waspada dan siaga ,Pihak Pemda Setempat instruksikan agar warga di pesisir meng evakusi diri secara mandiri.