Ada kabar menggembirakan dari dunia usaha kecil di Gorontalo. Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menyebutkan, perkembangan UMKM di daerah ini terus menunjukkan tren positif. Bukan sekadar klaim, tapi terbukti dari semakin beragam dan berkualitasnya produk yang dipamerkan dalam Gebyar UMKM 2026.
Acara yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo bersama Pemerintah Provinsi di Gedung GPCC, Jumat (24/4/2026) ini, menurut Idah, sudah memasuki tahun keenam. Dan setiap tahunnya, selalu ada kemajuan.
“Ini sudah yang ke-6 kalinya dilaksanakan dan setiap tahun kita melihat ada kemajuan. Produk UMKM semakin beragam dan berkualitas. Ini menunjukkan pelaku UMKM kita terus berkembang dan punya peluang besar untuk lebih maju,” ujar Idah dengan penuh optimisme.
Yang menarik, Gebyar tahun ini tidak hanya diisi oleh produk lokal Gorontalo. Ada juga kuliner dari luar daerah, seperti masakan khas Sunda, yang turut meramaikan. Kehadiran beragam kuliner ini dinilai mampu menambah semarak sekaligus membuka wawasan pasar bagi pelaku UMKM lokal.
Namun yang paling mengesankan, Idah menyoroti sisi inklusivitas acara ini. Bank Indonesia memberikan ruang bagi penyandang disabilitas, khususnya teman-teman tunarungu, untuk ikut membuka lapak.
“Ini luar biasa, karena ada perhatian kepada saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Harapannya ke depan semakin banyak varian produk, termasuk makanan khas Nusantara, yang bisa dihadirkan,” tambahnya.
Siap-siap, Gorontalo Jadi Tuan Rumah Penas!
Tak berhenti di situ, Idah juga mengumumkan kesiapan Gorontalo sebagai tuan rumah Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan yang akan digelar Juni mendatang. Kabar baiknya, pemerintah telah menyiapkan total 80 booth khusus untuk pelaku UMKM. Rinciannya: 30 booth difasilitasi Bank Indonesia dan 50 booth oleh Kabupaten Gorontalo.
Namun ada syaratnya: semua produk yang masuk wajib melalui proses kurasi. Hal ini penting untuk menjaga kualitas dan agar tidak ada kesan pilih kasih.
“Semua harus melalui proses kurasi agar produk yang ditampilkan benar-benar berkualitas. Ini juga untuk menghindari anggapan adanya ketidakadilan bagi pelaku UMKM lainnya,” tegas Idah.
Yang lebih membahagiakan, booth di sekitar Rumah Dinas Bupati Gorontalo dan Taman Budaya Limboto disediakan secara gratis. Sementara booth di area gelar teknologi dikelola vendor dengan sistem berbayar, menyesuaikan dengan segmentasi pengunjung.
Gebyar UMKM 2026 sendiri akan berlangsung selama tiga hari dan diikuti lebih dari 200 pelaku usaha. Berbagai agenda seru sudah menanti: mulai dari Gebyar Kurasi UMKM, Festival Kuliner Gorontalo, hingga pemilihan Duta UMKM Provinsi Gorontalo.
Gorontalo jelas sedang bersiap naik kelas. UMKM maju, semua pihak dilibatkan, produk lokal siap bersaing. Tinggal bagaimana kita semua memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya!