Suasana Grand Palace Convention Center Jumat malam (24/04/2026) benar-benar berbeda. Bukan seminar atau pameran biasa, tapi panggung megah dengan deretan wanita anggun mengenakan kebaya berbahan Karawo. Ini adalah puncak perayaan Hari Kartini yang dikemas kreatif oleh Dekranasda Provinsi Gorontalo lewat lomba fashion show Kebaya Kartini Karawo.
Di balik gelaran ini, ada tangan dingin Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan. Ia sengaja menghadirkan acara ini tak hanya sebagai ajang unjuk gaya, tetapi juga sebagai gerakan pelestarian budaya. Sebab, Karawo adalah warisan khas Gorontalo yang harus terus dijaga di tengah gempuran mode modern.
“Kain Karawo sebagai warisan yang sangat khas, tugas kita saat ini adalah berupaya untuk terus melestarikan warisan tersebut agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Nani dalam sambutannya.
Ia berharap Karawo makin diminati semua kalangan, dari pelajar hingga ibu-ibu. Dengan sentuhan desainer kekinian, kata Nani, Karawo punya potensi besar menjadi produk fashion modern yang tak kalah saing di kancah nasional.
Nani juga berpesan kepada dewan juri agar tetap teliti dalam menilai. Yang penting, setiap peserta tetap mengusung tema Kebaya Kartini. Sebab, ini bukan hanya soal siapa yang paling cantik, tapi juga bagaimana menjaga keaslian budaya dan memberi ruang inovasi bagi pengrajin lokal.
Yang membuat makin meriah, penampilan spesial dari Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie. Ia tampil memukau di atas panggung membuka peragaan busana. Mengenakan kebaya bernuansa salmon tua dengan detail sulaman Karawo yang cantik, Wagub Idah langsung menyedot perhatian. Penampilannya menjadi inspirasi sekaligus suntikan semangat bagi para peserta untuk tampil percaya diri.
Puluhan peserta dari berbagai organisasi wanita dan kategori umum pun bergantian berjalan anggun di atas panggung. Masing-masing membawa desain kebaya Karawo yang unik dan kreatif.
Di akhir lomba, gelar Juara 1 jatuh kepada Olan Hendro Susetyo. Perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Gorontalo itu mengaku tak menyangka bisa keluar sebagai pemenang. Tapi baginya, kemenangan sejati adalah ketika Karawo makin dicintai dan tak lekang oleh waktu.