Yogyakarta – Suasana sukacita dan optimisme menyelimuti penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 Korps Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY). Acara yang berlangsung lancar itu akhirnya ditutup dengan keputusan aklamasi, mengukuhkan H. Nasarudin, S.H., M.H., sebagai Ketua Umum KAUMY untuk periode mendatang (2025-2029).

Momen ini tidak hanya menjadi pergantian kepemimpinan, tetapi juga penanda dimulainya babak baru organisasi alumni tersebut.
Dalam kesempatan itu, senior KAUMY bang Nasrullah, dalam Releasenys menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya munas tahun ini. Ia melemparkan keyakinan dan harapan besar terhadap kepemimpinan baru. “Kehadiran Mas Nasar saya yakin akan membawa KAUMY ke depan bisa berkiprah lebih cerdas dalam ikut membangun peradaban bangsa, secara eksternal,” tegas Nasrullah, menekankan peran strategis alumni di panggung nasional.
Nasrullah secara gamblang memaparkan agenda sinergi internal yang menanti. Pada tataran internal Persyarikatan Muhammadiyah dan almamater UMY, ia berharap kepengurusan baru mampu menjalin kolaborasi yang lebih erat dan sistemis dengan seluruh jajaran, mulai dari Pimpinan Cabang Wilayah (PCW), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), hingga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) di seluruh Indonesia.
“tentunya KAUMY harus mampu mengangkat marwah kampus menjadi Perguruan Tinggi Unggul di antara PTM/A dan PTS lainnya.”
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, KAUMY memiliki pondasi yang kuat,sumber daya manusia yang besar dan tersebar. Nasrullah mengatakan, potensi besar yang dimiliki, berupa 79.000 lulusan UMY yang telah berkarya di berbagai penjuru Indonesia dan dari berbagai sektor.
“Kiprah UMY di gelanggang nasional akan mampu digerakkan oleh para alumninya,” ujarnya penuh keyakinan. Jejaring alumni yang masif ini dipandang sebagai motor penggerak utama untuk memperluas pengaruh dan kontribusi universitas.
Nasrullah menyampaikan ucapan selamat dan doa untuk kesuksesan kepengurusan KAUMY yang baru. Munas ke-8 ini pun berakhir bukan sekadar sebagai ritual organisasi, melainkan deklarasi kesiapan untuk bergerak lebih dinamis. Dengan peta jalan yang jelas,memperkuat sinergi internal Muhammadiyah, mengangkat nama UMY, dan memaksimalkan kiprah 79.000 alumni di tingkat nasional,kepemimpinan baru KAUMY dipanggil untuk menjawab tantangan itu. Perjalanan menuju kontribusi yang lebih “cerdas” bagi peradaban bangsa pun resmi dimulai.