BONE BOLANGO – Masalah pertambangan di Bone Bolango makin jadi buah bibir. Situasi ini akhirnya membuat sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Bone Bolango angkat bicara,
Salah satunya Yakub Tangahu, tokoh masyarakat Bone Bolango yang juga anggota DPRD kabupaten Bone Bolango. Yakub menegaskan pasti akan membela para penambang dan warga biasa di Bone Bolango. Tapi, kata Yakub, dia juga harus melihat dan memilah, rakyat yang seperti apa yang perlu dibela?
“Saya akan bela rakyat kecil, rakyat biasa yang hidupnya susah. Bukan Rakyat yang kantongnya sudah tebal,” tegas Yakub.
Dia juga mengingatkan warga Bone Bolango agar supaya jangan gampang terhasut, Terprovokasi oleh isu-isu yang bisa memanas-manasi keadaan soal tambang ini.
Yakub meminta masyarakat tetap tenang dan percaya bahwa pemerintah pasti bisa dan sedang menghadirkan jalan keluar terbaik untuk urusan tambang rakyat, khususnya di Bone Bolango.
Yakub memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membawa nama cucu raja Tangahu.
“Kami tidak pernah memperkenalkan dan mempublikasikan hal itu kepada publik kami itu cucu raja Suwawa, namun kami harus membela rakyat, tapi rakyat yang kurang mampu bukan yang ‘berduit,” tandas dia.
Seperti kita Ketahui, Kerajaan di Suwawa sejak dahulu di akui eksistensinya oleh Kerajaan2 di Nusantara dan Perserikatan 5 kerajaan di Gorontalo (limo lo Pohala’a) , Termasuk diakui juga di luar Negeri, Banyak Kisah sejarah yang mencatat tentang Kepemimpinan Raja Tangahu di Suwawa.
Di zaman Kolonial Raja Tangahu merupakan salah satu Raja yang Melawan Penjajah, Wajar jika Kisah Raja Tangahu dicatat oleh Belanda dan Jepang.
Jika kita ke Suwawa, Artefak Makam Raja Tangahu dari Generasi Awal Hingga Zaman Kini bisa kita Lihat dengan Jelas.