Gorontalo – di Sebuah pemberitaan Tulisan Opini di media online menyebutkan Partai Amanat Nasional (PAN) akan ikut dalam koalisi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Gorontalo 2031 Mendukung Pasang Adhan-Ida Syahidah (AIR 2)? , Hal ini sontak membuat jubir partai tersebut, Mansir Mudeng, kaget bukan kepalang dan tersenyum.
Menurutnya Mansir,Tiba-tiba banyak kader dan simpatisan PAN yang menelpon saya, menanyakan kebenaran berita itu,” ujar Mansir saat dikonfirmasi jurnalis Himpunan,
Mansir dengan Santai membantah Opini di Media itu, Menurutnya, PAN hingga saat ini sama sekali belum membahas atau terlibat dalam pembicaraan koalisi untuk Pilgub Gorontalo 2031. “Pilgub masih 5 tahun lagi” tandasnya. Menurutnya Saat ini PAN Gorontalo sedang fokus pada urusan internal dan bagaimana menjalankan amanah rakyat Gorontalo yang telah dititipkan kepada kami,” tandasnya.
Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi bahwa PAN belum mengambil sikap politik apapun terkait kontestasi lima tahun mendatang.
Di sisi lain, Mansir menyampaikan optimisme partainya untuk kembali meraih kepercayaan publik. “PAN optimis bisa kembali mendapatkan amanat rakyat, sehingga bisa kembali menjadi partai besar di Provinsi Gorontalo seperti tahun 2014, di mana suara PAN berada di urutan kedua,” kenangnya.
Meski belum membahas koalisi Pilgub 2031, Mansir menegaskan bahwa PAN tidak bisa digeret geret dengan mudah. Ia menyoroti kekayaan sumber daya yang dimiliki partai berlambang matahari tersebut di Gorontalo.
“Di PAN banyak sumber daya yang hebat-hebat dan punya kualitas serta track record luar biasa. Seperti Ketua Anas Yusuf yang pernah jadi Bupati Boalemo, ada juga Fadly Hasan yang pernah jadi Wakil Bupati Kabgor. Jadi tidak semudah itu menggeret, menarik-narik PAN. PAN adalah partai besar dan punya sumber daya di Provinsi Gorontalo,Ada Mekanisme Partai yang harus dilalui untuk bisa berkoalisi di pilkada,” tandasnya.
Berikut adalah link pemberitaannya: https://rgol.id/2026/08/pan-dan-ppp-diyakini-akan-gabung-golkar-gerindra-untuk-koalisi-air-2-di-pilgub/