Editorial:
publik Gorontalo dihebohkan oleh pernyataan Sekretaris DPD I Partai Golkar Gorontalo, Ghalieb Lahidjun, seperti yang di tulis di beberapa Media online,yang menyebut bahwa Gubernur Gusnar Ismail “tidak punya manfaat untuk rakyat, begitu pula untuk partai”. Pernyataan ini disampaikan menyusul rapat fraksi Golkar yang membahas hubungan koalisi dengan gubernur.
Sebagai bagian dari dinamika politik, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar. Namun, ketika seorang elite partai membuat pernyataan publik yang menilai kinerja kepala daerah, seharusnya pernyataan tersebut didasarkan pada data dan fakta objektif,bukan sekadar Ber statement, karna banyak Data dan Fakta berbanding sebaliknya dimana Peran Gubernur Gusnar Ismail Sangat Bermanfaat untuk Gorontalo,Data dan Fakta memperlihatkan,Walau kondisi Global tidak stabil,tetap terjadi pertumbuhan diberbagai sektor di Gorontalo.
Pertumbuhan Ekonomi yang Melonjak
Fakta pertama yang membantah tudingan tersebut adalah capaian ekonomi. Di bawah kepemimpinan Gusnar Ismail, pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada tahun 2025 melonjak menjadi 5,71 persen dari sebelumnya 4,18 persen pada tahun 2024. Angka ini bahkan masuk dalam 10 besar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
Sejalan dengan itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 13,87 persen menjadi 12,67 persen pada tahun 2025, bahkan sempat menyentuh 12,62 persen pada periode Maret-September 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat signifikan dari 64,1 menjadi 72,01 pada tahun 2024.
Investasi dan APBD: Angka yang Berbicara
Di sektor keuangan daerah, APBD Provinsi Gorontalo meningkat dari Rp52,5 miliar pada awal provinsi berdiri menjadi Rp1,75 triliun pada tahun 2025. Realisasi investasi mencapai Rp4,05 triliun, menempatkan Gorontalo di peringkat ketujuh secara nasional.
Bahkan di tengah tren efisiensi anggaran nasional yang membuat APBD Gorontalo menyusut dari Rp1,92 triliun (2024) menjadi Rp1,53 triliun (2026), Gubernur Gusnar Ismail berhasil menjaga stabilitas ekonomi daerah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebutnya sebagai faktor kunci penyelamat ekonomi daerah yang menciptakan ekosistem ekonomi hingga tingkat desa.
Program Nyata untuk Petani dan Nelayan
Sektor pertanian dan perikanan—yang menjadi tulang punggung ekonomi Gorontalo—juga mendapat perhatian serius. Gubernur Gusnar Ismail mengusung program Agromaritim yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan perikanan. Program Taksi Nelayan telah menyalurkan 5 unit kapal dan 97 motor berkotak pendingin untuk penjual ikan keliling.
Di sektor pertanian, program cetak sawah baru seluas 5.600 hektare di Kabupaten Pohuwato tengah dijalankan. Pemerintah pusat bahkan mengucurkan Rp1,2 triliun untuk program hilirisasi industri ternak terintegrasi di empat kabupaten di Gorontalo.
Pengakuan Nasional: Bukti Kinerja Terbaik
Yang tak kalah penting, berbagai penghargaan nasional telah diraih di bawah kepemimpinan Gusnar Ismail. Gorontalo meraih penghargaan Terbaik 1 kategori Pengendalian Inflasi se-Sulawesi tahun 2026, dengan insentif Rp3 miliar dari Kemendagri. Provinsi ini juga masuk 5 besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2025, serta meraih peringkat pertama se-Sulawesi dalam cakupan BPJS Ketenagakerjaan.
Bahkan, Gorontalo secara resmi masuk dalam kategori daerah inovatif berdasarkan hasil indeks inovasi daerah.
Kritik yang Bijak adalah Kritik yang Berbasis Data
Sudah menjadi hak setiap partai politik untuk mengevaluasi dukungannya. Namun, menyatakan bahwa seorang kepala daerah “tidak punya manfaat untuk rakyat” di saat data dan fakta menunjukkan sebaliknya adalah pernyataan yang tidak bertanggung jawab.
Jika Ghalieb Lahidjun ingin mengkritik, alangkah bijaksananya jika kritik itu dilandasi data,bukan sekadar narasi politik yg emosional. Rakyat Gorontalo berhak mendapat informasi yang akurat, bukan pernyataan tanpa daya yang bisa saja menyesatkan. Sebab pada akhirnya, rakyatlah yang akan menilai, mana yang nyata manfaatnya, dan mana yang sekadar Seremoni belaka dan mana yg hanya Propaganda untuk politik sesaat?.karna Gubernur Gorontalo di Pilih langsung oleh Rakyat Gorontalo.