Di tengah dinamika politik yang kadang menimbulkan narasi sumbang, fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. Kepemimpinan Gubernur Gorontalo, Dr. Gusnar Ismail, telah menghadirkan berbagai program nyata dan terukur di sektor pertanian dan perikanan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh Rakyat Gorontalo,Hal dan Fakta ini Menyanggah,Membantah Pandangan Tentang Gubernur Gusnar Ismail yang tidak bermanfaat untuk Rakyat Gorontalo.
Berikut adalah beberapa rincian Program yg telah berjalan dan Manfaat- manfaatnya untuk Rakyat Gorontalo :
Sektor Pertanian: Mendorong Swasembada dan Kesejahteraan Petani
· Perluasan Lahan (Cetak Sawah Baru): Mengubah lahan tidur 20 hektare di Desa Ayula, Pohuwato, menjadi sawah produktif yang sudah 2 kali panen. Petani setempat kini bisa menambah penghasilan dari lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan.
· Bantuan Alsintan (Alat Mesin Pertanian): Alsintan seperti traktor dan combine harvester dari pemerintah memungkinkan petani di Randangan meningkatkan frekuensi tanam dari 2 kali menjadi 3 kali setahun.
· Bantuan Benih Berskala Besar: Total 481,6 ton benih jagung untuk 33.114 hektar lahan bagi 30.518 petani. Rinciannya:
· Kabupaten Gorontalo: 105 ton untuk 7.000 hektar bagi 5.853 petani.
· Bone Bolango: 30 ton untuk 2.000 hektar.
· Tolangohula: Bantuan senilai Rp1,078 miliar (benih padi Rp871 juta + jagung Rp207 juta).
· Dukungan Harga & Pemasaran: Pemerintah Provinsi menjamin pembelian gabah kering giling di Rp6.500/kg dan jagung Rp5.500/kg melalui Bulog.
· Bantuan Alsintan Rp30 Miliar: Mengamankan bantuan dari Kementerian Pertanian untuk semakin memodernisasi pertanian.
-Pertemuan dengan Chaterize-Gobel Group untuk Investasi Kakao dan Holtikultura di Gorontalo.
Sektor Perikanan: Inovasi untuk Nelayan dan Ekonomi Maritim
· Program “Taksi Nelayan” (Inovasi Brilian): Kapal, BBM, dan es disiapkan pemerintah, dikelola koperasi, dan digunakan bergilir oleh kelompok nelayan. Nelayan tinggal melaut, hasilnya dibagi rata setelah panen, memotong rantai tengkulak dan meningkatkan pendapatan.
· Sarana Penangkapan & Pemasaran: Menyerahkan 5 unit kapal taksi nelayan baru dan 97 motor berkotak pendingin untuk penjual ikan keliling (total penerima mencapai 954 orang).
· Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP): Kawasan terintegrasi di Leato Selatan yang dilengkapi pabrik es dan gudang pendingin. Kawasan ini bahkan menjadi yang pertama di Indonesia dikunjungi Presiden Prabowo. Rencananya, kawasan serupa akan dikembangkan di sentra rumput laut Ilodulunga.
· Dorongan Investasi & Produksi: Mengusulkan bantuan 31 unit kapal perikanan 30 GT dari pusat. .
Dari perluasan lahan dan modernisasi alat pertanian, hingga inovasi “Taksi Nelayan” dan pembangunan kampung nelayan terpadu, semua program ini adalah bukti nyata bahwa pemerintahan Gusnar Ismail hadir untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan Gorontalo.
Sinergi Pusat dan Daerah: Komitmen Nyata Menteri Pertanian untuk Gorontalo di Era Gubernur Gusnar Ismail
Di tengah dinamika pembangunan nasional, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. Gusnar Ismail telah membuktikan bahwa kolaborasi strategis tersebut bukan sekadar wacana. Hal ini tercermin dari komitmen kuat Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, yang telah berulang kali menunjukkan perhatian seriusnya terhadap kemajuan sektor pertanian dan peternakan di Bumi Serambi Madinah melalui serangkaian pertemuan, kunjungan kerja, dan dukungan program yang nyata.
Pertemuan Strategis dan Audiensi Cepat yang Berbuah Hasil
Komitmen tersebut mulai terlihat sejak awal tahun 2025. Pada 26 Mei, hanya dalam waktu satu jam audiensi di Jakarta, Gubernur Gusnar Ismail dan Menteri Amran berhasil mengamankan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) senilai Rp30 miliar. Bantuan berupa 58 unit traktor roda empat dan 2 unit combine harvester ini menjadi angin segar bagi para petani yang selama ini terkendala keterbatasan akses terhadap teknologi pertanian modern.
Dua hari berselang, pada 28 Mei 2025, pertemuan strategis kembali digelar. Kali ini, pembahasan yang lebih komprehensif dilakukan, mencakup program pencetakan sawah baru seluas 5.000 hektare di kawasan Randangan, tambahan alsintan seperti mesin pengering jagung, serta bantuan benih dan sarana pascapanen. Pertemuan-pertemuan ini bukanlah seremoni kosong, melainkan langkah awal dari rangkaian program yang kemudian terealisasi secara bertahap.
Hilirisasi Perkebunan: Langkah Maju menuju Gorontalo Mandiri
Salah satu capaian paling monumental terjadi pada 22 September 2025, ketika Gubernur Gusnar dan Menteri Amran menandatangani kesepakatan program hilirisasi perkebunan berbasis Anggaran Berbasis Tugas dan Fungsi (ABT). Dalam kesepakatan tersebut, Gorontalo dialokasikan dana sebesar Rp50,6 miliar untuk pengembangan 10.000 hektare tanaman kelapa dan 550 hektare tebu pada tahun 2026, serta tambahan 3.000 hektare kelapa pada 2027. Ini adalah bukti nyata bahwa hilirisasi tidak lagi menjadi mimpi di ujung pelupuk mata, tetapi mulai diwujudkan melalui perencanaan matang dan dukungan penuh pemerintah pusat.
PENAS XVII: Panggung Gorontalo untuk Petani dan Nelayan Nusantara
Puncak dari sinergi ini terlihat pada bulan Juni 2026, ketika Gorontalo dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII. Menteri Amran hadir langsung meresmikan acara puncak pada 20 Juni 2026 di Limboto. Keterlibatan beliau tidak berhenti di situ. Pada 21 Juni, beliau meninjau langsung kawasan Gelar Teknologi (Geltek) di Desa Hepuhulawa, menyaksikan secara dekat inovasi teknologi yang dipamerkan para petani dan penyuluh. Sehari kemudian, pada 22 Juni, Menteri Amran kembali menunjukkan perhatiannya dengan meninjau teknologi hilirisasi minyak sawit menjadi B100, sebuah terobosan yang sejalan dengan visi kemandirian energi nasional.
Apresiasi dan Dukungan Berkelanjutan
Sebelum gelaran PENAS berlangsung, pada April 2026, Menteri Amran telah memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan dan kerja keras Gubernur Gusnar dalam mempersiapkan even nasional tersebut. Tidak hanya itu, beliau juga secara tegas menyatakan dukungannya terhadap program Agromaritim, yang merupakan program unggulan Gubernur Gusnar. Dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa program yang digagas daerah sejalan dengan kebijakan nasional, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan Gorontalo ke depan.
Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Hasil Nyata
Rentetan kunjungan dan pertemuan Menteri Pertanian bersama Gubernur Gusnar Ismail bukanlah sekadar ajang seremonial atau liputan media semata. Di balik setiap agenda, terdapat hasil nyata yang telah dan akan dirasakan petani serta nelayan Gorontalo: bantuan alsintan senilai puluhan miliar rupiah yang mempercepat produktivitas, program pencetakan sawah baru yang memperluas areal tanam, hingga komitmen hilirisasi perkebunan yang menjanjikan nilai tambah ekonomi berlipat bagi daerah.
Semua ini adalah bukti nyata keberpihakan pemerintah pusat kepada Gorontalo di bawah kepemimpinan Gusnar Ismail. Sinergi yang dibangun dengan Menteri Pertanian menjadi cermin bahwa ketika pemerintah daerah dan pusat bergerak seirama, maka kemajuan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang membumi dan dinikmati langsung oleh masyarakat.