Gorontalo – Suasana kehangatan dan kebersamaan terpancar dalam acara silaturahmi dan ramah tamah antara Gubernur Gorontalo, Dr. Gusnar Ismail, dengan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pusat beserta panitia PENAS Pusat dan Daerah, pada Kamis malam, 25 Juni 2026. Acara yang berlangsung santai dan penuh kegembiraan ini menjadi momen refleksi atas suksesnya penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo.
Hadir dalam Ramah tamah ini Seluruh Panitia (LO) Pusat dan daerah,Pengurus Pusat KTNA serta Ketua Panitia PENAS XVII,Mario Mulyadi.

Gubernur Gusnar menceritakan kisah suka duka saat mulai mempersiapkan PENAS sejak awal tahun,dari Mulai saat penanaman Tanaman beberapa bulan lalu di lokasi Gelaran Teknologi hingga persiapan panggung acara.
Acara PENAS yang digelar pada 20-25 Juni 2026 itu menjadi forum pertemuan bagi sekitar sekitar 30.000 peserta yang terdiri dari petani, nelayan, dan penyuluh dari seluruh penjuru Nusantara. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Para Menteri serta Kepala Daerah pada puncak acara menjadi sorotan istimewa.

Sekretaris Jenderal KTNA Pusat, Sudaryanto, dalam kesempatan itu menyampaikan kesan luar biasa atas kelancaran acara. Ia menegaskan bahwa PENAS kali ini istimewa dari berbagai aspek, mulai dari pelayanan, kenyamanan, hingga sambutan hangat masyarakat Gorontalo. “Yang baru terjadi di PENAS Gorontalo adalah kehadiran Presiden RI, Wakil Presiden, para Menteri, dan Kepala-Kepala Daerah se indonesia. Ini luar biasa,” ungkap Sudaryanto dengan penuh antusias .
Sudaryanto Juga berharap lahan Gelaran Teknologi yang digunakan saat acara PENAS tetap dipertahankan agar menjadi kenangan PENAS.
Suasana ramah tamah semakin meriah setelah acara santap malam, dengan kuis dan undian doorprize. Hadiah dan bingkisan menarik disediakan oleh Panasonic Gobel, Gubernur Gusnar Ismail secara langsung menyerahkan hadiah Dorprize kepada para pemenang yang terdiri dari Panitia Pusat,daerah dan Pengurus KTNA.

Acara silaturahmi ini menjadi penutup manis dari rangkaian PENAS XVII, yang telah berhasil memperkuat kolaborasi dan semangat kebersamaan dalam membangun ketahanan pangan nasional.
Liputan: dulwahab