Gorontalo – Malam ramah tamah dan silaturahmi antara panitia Pusat,Daerah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII pusat dan daerah beserta jajaran Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) berlangsung hangat dan Gembira di Rudis Gubernur Gorontalo, Kamis malam (25/6/2026). Acara yang digelar sehari pasca-penutupan resmi PENAS ini turut dihadiri oleh Ketua Panitia PENAS XVII, Mulyadi D. Mario, yang hadir bersama seluruh jajaran panitia pusat, panitia daerah, serta pengurus KTNA Pusat.
Kehadiran Mulyadi D. Mario dalam ajang silaturahmi ini menjadi momen penting untuk memberikan apresiasi langsung kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu menyukseskan even nasional terbesar para petani dan nelayan tersebut. Peran Ketua Panitia Mulyadi Mario Menjadi salah satu Kunci utama dari Kesuksesan Event Nasional empat tahun sekali ini .

Gorontalo Menjadi Sorotan Nasional
Suksesnya penyelenggaraan PENAS XVII telah membawa nama Gorontalo melambung di tingkat nasional. Untuk pertama kalinya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para Menteri, serta Kepala Daerah dari berbagai provinsi hadir dalam satu ajang yang sama di Bumi Serambi Madinah Gorontalo.
Kehadiran para pemimpin nasional ini menjadikan PENAS XVII Gorontalo bukan sekadar ajang temu petani dan nelayan, tetapi juga panggung strategis yang menyoroti potensi pertanian dan kelautan Gorontalo ke seluruh Nusantara. Gorontalo pun menjadi pusat perhatian media nasional, dengan berbagai liputan yang menyoroti kemeriahan acara serta antusiasme masyarakat setempat.
Putaran Ekonomi Kerakyatan Tumbuh di Tengah PENAS
Di balik gemerlap acara, dampak nyata yang paling terasa adalah tumbuhnya putaran ekonomi kerakyatan selama sepekan pelaksanaan PENAS. Dengan kehadiran sekitar 30.000 peserta dari seluruh Indonesia, mulai dari petani, nelayan, penyuluh, hingga tamu undangan, berbagai sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Gorontalo merasakan lonjakan omzet yang signifikan.
Hotel-hotel penuh terisi, Homestay Warga,Kuliner UMKM,rumah makan ramai dikunjungi, pedagang oleh-oleh khas Gorontalo kebanjiran pembeli, hingga jasa transportasi lokal Bentor mendapat berkah besar.
Apresiasi dan Harapan untuk Ke Depan
Sekretaris Jenderal KTNA Pusat, Sudaryanto, yang turut hadir dalam malam ramah tamah tersebut, memberikan apresiasi tinggi,Ia menyebut bahwa PENAS XVII di Gorontalo adalah edisi paling istimewa yang pernah diselenggarakan.
“Pelayanan, kenyamanan, dan sambutan masyarakat Gorontalo dan Panitia sangat luar biasa. Semoga lahan Gelaran Teknologi kita rawat sebagai monumen PENAS,” ungkap Sudaryanto.
Malam ramah tamah ini dihadiri Gubernur Gorontalo,Gusnar Ismail dan Seluruh jajaran Panitia Pusat,Daerah dan Pengurus KTNA Pusat,Acara ini juga dimeriahkan dengan santap malam bersama, sesi foto kenangan, Dorprize dari Panasonic Gobel serta canda tawa antar panitia dengan semangat kebersamaan yang semakin erat.
“PENAS XVII sudah usai, tapi semangat kita untuk membangun pertanian dan kelautan Indonesia harus terus menyala. Gorontalo telah membuktikan diri, dan ini adalah awal dari langkah besar kita bersama.