GORONTALO – Ketua Ikatan Alumni Universitas Hasanudin (IKA UNHAS) Provinsi Gorontalo, Dahlan Usman, mengungkapkan adanya program strategis nasional di sektor perkebunan berupa hilirisasi industri kelapa dengan nilai anggaran mencapai Rp13 triliun. Program yang bersumber dari Kementerian Pertanian ini tengah dikawal oleh IKA UNHAS Gorontalo agar Provinsi Gorontalo menjadi salah satu daerah penerima manfaat.
Pernyataan tersebut disampaikan Dahlan Usman dalam acara buka puasa bersama alumni UNHAS se-Gorontalo yang berlangsung khidmat baru-baru ini.
“Ada program hilirisasi industri kelapa dengan anggaran sekitar Rp13 triliun dari Kementerian Pertanian. Saat ini, IKA UNHAS Provinsi Gorontalo sedang mengawal agar wilayah Gorontalo mendapatkan program ini. Ini adalah peluang emas bagi daerah kita yang merupakan sentra penghasil kelapa,” ujar Dahlan,untuk jelasnya nanti,Kementrian yg akan menjelaskannya secara detail kata Dahlan Usman.
Dahlan menambahkan, posisi strategis menjadi salah satu modal utama, mengingat Menteri Pertanian saat ini, Andi Amran Sulaiman, merupakan alumni Universitas Hasanudin dan juga menjabat sebagai Ketua Umum IKA UNHAS Pusat.
Menurutnya, kedekatan institusional ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pembangunan pertanian dan perkebunan di daerah.
Hilirisasi industri kelapa dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa yang selama ini lebih banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah. Dengan adanya program tersebut, diharapkan akan lahir industri pengolahan kelapa terpadu di Gorontalo, mulai dari crude coconut oil (CCO), minyak goreng, hingga turunan produk bernilai ekonomi tinggi seperti arang aktif dan bahan baku kosmetik.
Buka Bersama IKA UNHAS ini dihadiri oleh Kepala BBRMP dan Bupati Bone Bolango,Ismet Mile.
Sebelumnya IKA UNHAS Gorontalo telah sukses mengawal program hilirisasi Peternakan Ayam.
Provinsi Gorontalo telah ditetapkan sebagai salah satu wilayah untuk program kementrian pertanian,yaitu hilirisasi Peternakan Ayam dengan Nilai Anggaran sekitar 1,4 trilyun.