Gorontalo, 12/02/2026. Penetapan Rania Riris Ismail sebagai Komisaris Independen Bank SulutGo (BSG) merupakan hasil mekanisme resmi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dihadiri seluruh pemegang saham, dengan mempertimbangkan aspek kompetensi, kualifikasi, dan kebutuhan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Secara profesional, Rania Riris Ismail memiliki rekam jejak yang relevan di bidang keuangan dan manajemen korporasi. Ia pernah menjabat sebagai Finance Manager di PT Buana Lautan Mas, Jakarta, sebuah posisi strategis yang menuntut kemampuan keuangan perusahaan secara komprehensif.
Rania riris ismail juga mengantongi sertifikasi profesional sebagai Certiifiicate Risk Management Officer (CRMO). Sertifikat yang dibutuhkan dalam sektor keuangan dan korporasi, khususnya dalam pengelolaan risiko. Selain kiprah profesionalnya, Rania Riris Ismail juga menjabat sebagai Bendahara Umum HIPMI Provinsi Gorontalo. Makin mengukuhkan kepercayaan publik atas kompotensinya.
Tim komunikasi Gubernur Gorontalo, Dr. Alvian Mato mengungkapkan bahwa
“pengangkatan komisaris BSG merupakan keputusan kolektif para pemegang saham dalam forum RUPS. Gubernur Gorontalo hanyalah satu dari sekian banyak pemegang saham yang memiliki hak suara, sehingga secara hukum dan mekanisme korporasi tidak mungkin memaksakan kehendak secara sepihak. Keputusan tersebut merupakan hasil persetujuan bersama para pemilik saham”. Ujarnya
Di lain sisi Pemerintah Kota Gorontalo telah menarik penyertaan sahamnya dari BSG dan telah disetujui oleh para pemegang saham. Dengan demikian, posisi dan legitimasi dalam menentukan arah kebijakan internal perusahaan, termasuk dalam penetapan komisaris, berada pada para pemegang saham yang masih tercatat secara sah.
Oleh karena itu, narasi yang mereduksi terpilihnya Rania Riris Ismail sebagai hasil intervensi atau kepentingan tertentu menjadi tidak relevan jika ditinjau dari aspek hukum korporasi maupun kompetensi personal.