Gorontalo, 12 Agustus 2026 — Pemerintah terus mengukuhkan desa sebagai ujung tombak pembangunan ekonomi nasional. Di tengah berbagai program strategis yang digulirkan dari pusat hingga daerah, Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dan SRIKANDI Jaga Desa dinilai memegang peran kunci dalam menjembatani kebijakan pembangunan ekonomi hingga ke tingkat desa.
Hal ini mengemuka dalam acara Optimalisasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) serta pengukuhan DPD-DPC ABPEDNAS dan SRIKANDI Jaga Desa se-Provinsi Gorontalo masa bakti 2026-2031 yang berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (12/8/2026).
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dalam sambutannya menegaskan bahwa desa merupakan garda terdepan pembangunan. Menurutnya, di desa terdapat kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang menjadi instrumen penting dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
“Saya ingin menyampaikan bahwa di desa adalah ujung tombak terdepan daripada pelaksanaan pembangunan,” ujar Gusnar.
Ia menjelaskan, peran strategis ABPEDNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di desa. Gusnar berharap ABPEDNAS dapat menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan yang ditetapkan kepala desa, sekaligus menjadi mentor dan promotor pelaksanaan program-program pemerintah.
Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah hilirisasi ayam terintegrasi. Gusnar menyebut program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menuntaskan kemiskinan yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan.
Program hilirisasi ayam terintegrasi di Gorontalo sendiri telah mendapat perhatian serius dari Kementerian Pertanian. Melalui skema ini, pengembangan industri peternakan dibangun secara menyeluruh mulai dari penyediaan bahan baku pakan, pembibitan, budidaya, hingga pengolahan produk. Gubernur Gorontalo menyebut potensi jagung daerah yang mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun menjadi modal besar sebagai bahan baku pakan dalam pengembangan hilirisasi ini.
Ketua Satgas Nasional Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi menyebut program ini akan berdampak besar pada penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan ekonomi desa. Dengan adanya pusat peternakan modern, pasokan protein hewani diharapkan dapat terpenuhi secara berkelanjutan sekaligus menekan inflasi pangan di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.