Jakarta – Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penyaluran anggaran sebesar Rp97 miliar untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Provinsi Gorontalo. Kepastian tersebut mengemuka dalam audiensi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Bupati Boalemo Rum Pagau dengan Kepala BNPB Suharyanto di ruang kerja BNPB, Jakarta Timur, Senin (10/8).
Dalam pertemuan tersebut, BNPB menyampaikan bahwa perencanaan keuangan atas usulan Pemerintah Provinsi Gorontalo telah memasuki tahap final pada Agustus ini. Dipastikan realisasi anggaran dapat terlaksana pada akhir bulan berjalan, setelah seluruh persyaratan administrasi keuangan rampung.
“Kami mengonfirmasi kembali usulan penanganan bencana yang telah kami ajukan. Pak Kepala BNPB menegaskan agar pelaksanaan segera ditindaklanjuti, dan saat ini tinggal menyelesaikan beberapa dokumen administrasi keuangan. Direncanakan akhir Agustus ini sudah bisa kami eksekusi,” ujar Gusnar Ismail usai pertemuan.
Proyek yang didanai mencakup sejumlah lokasi bencana yang terjadi sepanjang tahun 2025, di antaranya kawasan Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo – yang baru saja ditinjau langsung oleh Gubernur beberapa hari lalu. Selain itu, Pemprov Gorontalo juga mengusulkan pembangunan dua jembatan, dua talud, dan dua tanggul yang tersebar di Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kota Gorontalo.
Gubernur Gusnar didampingi Kepala BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi dan Kepala BPBD Boalemo Roslina Karim. Sementara dari jajaran BNPB hadir Sekretaris Utama Rustian serta sejumlah pejabat eselon I.
Komitmen ini menegaskan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur serta melindungi keselamatan masyarakat, sejalan dengan prioritas nasional pengurangan risiko bencana dan peningkatan ketahanan wilayah.