Oleh: Dulwahab Mumu Nasaru.
Manado, 10 Februari 2026 – Ruang sidang utama di Kota Manado menjadi saksi sebuah momen penting bagi perekonomian regional. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026 Bank Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo), seluruh Bupati dan Walikota yang mewakili wilayah sulut dan Gorontalo sebagai pemegang saham secara bulat mengambil keputusan strategis, memilih susunan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris baru yang akan memegang tampuk kepemimpinan bank daerah tersebut untuk periode 2026.
Momen ini tidak sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah penegasan arah. Di tenguh harapan besar untuk percepatan pemulihan dan inklusi ekonomi pasca berbagai tantangan global, pilihan para kepala daerah ini diharapkan dapat mengakselerasi peran Bank SulutGo sebagai motor penggerak pembangunan di dua provinsi ini.
Yang menarik dan patut dicatat dari hasil RUPS kali ini adalah terpilihnya dua putra-putri terbaik Gorontalo untuk menduduki posisi kunci. Rudiyanto Katili, seorang profesional keuangan yang namanya sudah tidak asing di lingkaran perbankan, dipercaya mengemban amanat sebagai Direktur Dana. Bersanding dengannya, Rania Riris Ismail, seorang Ahli Ekonomi dengan integritas dan rekam jejak yang kuat, terpilih sebagai Komisaris Independen.
Kehadiran Rudi dan Rania di papan dewan bukanlah sebuah kebetulan atau keputusan simbolis. Seperti yang disepakati banyak pihak dalam ruang sidang, kapasitas keduanya “tidak perlu lagi dipertanyakan”. Portofolio mereka berbicara tegas, kombinasi pendidikan tinggi, kemampuan teknis yang teruji, dan pengalaman lapangan yang mendalam di bidang ekonomi, keuangan, dan tata kelola korporasi. Mereka memenuhi bukan hanya kriteria administratif, tetapi juga membawa angin segar dan harapan akan profesionalisme serta inovasi.
Pemilihan ini mengirimkan sinyal yang jelas, Bank SulutGo serius dalam menempatkan kompetensi sebagai hal utama. Di tangan mereka, tugas mengelola dana daerah dan merancang produk-produk perbankan yang berpihak pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta proyek-proyek strategis daerah diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Dengan ditetapkannya kepemimpinan baru ini, fokus kini beralih pada kerja nyata. Harapan yang di amanahkan sangat besar. Bank SulutGo dituntut tidak hanya menjadi institusi yang sehat secara finansial, tetapi lebih dari itu, menjadi mitra yang aktif dan solutif bagi pemerintah daerah dan Rakyat dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. “Ekonomi rakyat kecil”, yang kerap menjadi bagian paling rentan namun paling dinamis dalam sistem, harus menjadi beneficiary utama dari setiap kebijakan dan produk yang diluncurkan.
Tantangan ke depan tidaklah ringan. Mulai dari digitalisasi layanan perbankan, perluasan akses kredit kepada pelaku usaha di pelosok, hingga pendampingan finansial bagi petani, nelayan, dan pengusaha kecil, memerlukan pendekatan yang kreatif dan berani. Kepemimpinan baru Bank SulutGo, dengan energi dan pengalamannya, diharapkan mampu menjawab tantangan ini dengan langkah-langkah konkret.
Estafet kepemimpinan telah diberikan. Rudiyanto Katili, Rania Riris Ismail, dan seluruh jajaran dewan yang terpilih kini memikul amanat untuk menulis babak baru Bank SulutGo. Babak di mana bank daerah ini tidak hanya menjadi penopang fiskal, tetapi benar-benar menjadi jantung yang memompa darah segar bagi denyut nadi ekonomi Sulawesi Utara dan Gorontalo. Masyarakat menunggu karya nyata, Selamat Bekerja…
Penulis: Dulwahab Mumu Nasaru, Pernah Kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,jurusan Ekonomi Perbankan islam, dan Pernah di UGM, Jurusan Programer Komputer, Cyber. Saat ini aktif Sebagai Jurnalis dan Kreatif Digital Cyber.