Oleh: dulwahab
Provinsi Sulawesi Utara telah muncul sebagai kandidat yang sangat cocok untuk menjadi tuan rumah Rakernas Korps Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) tahun 2026 ini. Berbagai alasan kuat mendukung pilihan ini, menjanjikan sebuah pengalaman berharga dan produktif bagi seluruh peserta.
Salah satu aspek menarik dalam memilih Sulawesi Utara sebagai lokasi pelaksanaan Rakernas KAUMY adalah potensi untuk memperkuat peran Muhammadiyah di wilayah ini. Dengan fokus pada bidang pendidikan dan Ekonomi, kehadiran KAUMY dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung pendirian Universitas Muhammadiyah untuk masyarakat Sulawesi Utara, baik yang beragama Islam maupun untuk non-Muslim. Ini menjadi kesempatan emas untuk memperluas jaringan pendidikan Muhammadiyah dan menjalin hubungan yang lebih erat dengan masyarakat setempat.
Sulawesi Utara juga dikenal sebagai destinasi pariwisata alam yang menakjubkan. Keindahan alam dan kekayaan budaya yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta Rakernas KAUMY. Dari pantai berpasir putih hingga Gunung Api yang menawan, provinsi ini menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan. Tidak ketinggalan, sumber daya alam yang melimpah juga menjadi nilai tambah, menciptakan kesempatan untuk memperluas wawasan tentang keberagaman alam Indonesia.
Selain itu, Sulawesi Utara-Kabupaten Minahasa juga merupakan kampung halaman dari seorang tokoh penting, yaitu Presiden Prabowo Subianto. Ibu Dari Presiden Prabowo Berasal dari Kabupaten Minahasa.
Kehadiran Rakernas KAUMY di tempat yang memiliki hubungan emosional dengan seorang pemimpin dapat memberikan inspirasi dan semangat tambahan bagi seluruh peserta, menguatkan rasa kebersamaan dan semangat organisasi.
Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, Sulawesi Utara telah siap sebagai pilihan yang tepat untuk menjadi tuan rumah Rakernas KAUMY tahun 2026. Potensi yang dimiliki oleh provinsi ini tidak hanya akan memperkaya pengalaman para alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, tetapi juga akan memberikan dampak positif yang luas bagi Muhammadiyah dan masyarakat Sulawesi Utara secara keseluruhan.