Ditaksir 18 Miliar/tahun,Omzet UMKM di Area Wisata Menara Limboto dan Pentadio
Editorial
Kabupaten Gorontalo – Dua destinasi wisata di Kabupaten Gorontalo, yaitu Menara Limboto dan Pentadio Resort, kini menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan rata-rata kunjungan ribuan orang per hari, omzet dari aktivitas UMKM di kedua lokasi ini diperkirakan,ditaksir mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp18 miliar lebih per tahun. Angka ini dihitung dari pendapatan sektor kuliner (makanan, kopi, dan jajanan), jasa parkir masyarakat, Jasa Transportasi Bentor,serta retribusi tiket masuk di Pentadio Resort.
Pada Tanggal 20 Juni 2026 terpantau pengunjung yang masuk di Pentadio Resort sekitar 2000 orang lebih,dari Siang hingga malam, harga tiket masuk ke Pentadio resort RP 10.000 rupiah/orang, harga Parkir Rp 5000/motor,Mobil,di warung UMKM rata rata setiap orang makan Pisang Goreng,kopi,mie rebus dengan Biaya sekitar 15.000 rupiah/orang.
lalu di Menara Limboto terdapat sekitar 5 ribuan orang yang keluar Masuk Taman Limboto. Harga Kopi di Area Menara Limboto sekitar 10.000/gelas,Makanan sekitar 10.000/porsi, lalu jasa Bentor sekitar 5000-10.000/bentor untuk keliling dan jasa angkutan terdekat,lalu Parkir sekitar 2000-3000/motor,lalu Homestay/hotel sekitar 150.000 Rupiah/kamar.
Dari gambaran diatas bisa di total Ribuan orang Pengunjung,Konsumen untuk perhitungan pertahun,taksirannya omzetnya bisa sekitar 18.Miliar lebih/tahun
Menara Limboto: Ikon Baru Wisata Malam dan Kuliner di Gorontalo
Menara Pakaya Limboto, yang akrab disebut Menara Keagungan, telah menjelma menjadi pusat keramaian, terutama saat malam hari. Transformasi signifikan terjadi berkat perhatian Rachmat Gobel yang mempercantik kawasan dengan pemasangan lampu-lampu hias serta ornamen tembaga di menara. Penambahan Videotron Bola Dunia di Taman Limboto semakin menjadi magnet, membuat ribuan orang betah berlama-lama menikmati suasana malam sambil menikmati kuliner,Makanan dan Kopi .
Kehadiran taman di Limboto yang modern dan videotron bundar sebagai ikon baru ini tidak hanya mempercantik wajah pusat Kota Limboto, tetapi juga menciptakan ruang publik yang hidup . Masyarakat dan wisatawan memadati area ini untuk sekadar bersantai, menikmati jajanan malam, hingga berfoto dengan latar menara yang gemerlap dan Spektakuler .
Pentadio Resort: Sensasi Alam dan Daya Tarik Baru
Sementara itu, Pentadio Resort menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Pengunjung datang untuk merasakan sensasi berendam di pemandian air panas alami,Mandi dikolam Air dingin,sauna Air Panas,Melihat Kucing Raksasa, menikmati ketenangan suasana taman dekat Danau Limboto, melihat pemandangan Danau Limboto, dan menyaksikan matahari terbenam yang memukau .
Daya tarik terbaru yang menjadi pusat perhatian adalah hadirnya patung Kucing Raksasa Interaktif. Bukan sekadar patung biasa, bagian mata dan telinganya dapat bergerak otomatis, menjadikannya spot foto dan video favorit bagi keluarga, terutama anak-anak . Kehadiran ikon baru ini menjadi strategi pemkab untuk memperkuat sektor pariwisata dan memberikan pengalaman rekreasi yang lebih berkesan .
Dampak Ekonomi bagi UMKM Lokal
Aktivitas padat pengunjung dengan jumlah Ribuan di dua destinasi ini memberikan dampak ekonomi yang sangat nyata bagi wirausaha UMKM setempat. Pedagang makanan dan minuman menikmati peningkatan omzet setiap harinya, sejalan dengan durasi pengunjung yang berlama-lama di lokasi wisata . Mulai dari penjual kopi, makanan ringan hingga makanan berat, semuanya turut merasakan berkah dari derap langkah wisatawan.
Selain itu, sektor jasa seperti parkir yang dikelola masyarakat serta Jasa transportasi Bentor juga menjadi sumber pendapatan penting. Retribusi tiket masuk di Pentadio Resort turut menyumbang peningkatan pendapatan daerah yang pada akhirnya dapat kembali dikucurkan untuk pembangunan dan promosi pariwisata.
Dengan adanya event Nasional PENAS, kedua destinasi ini terus dibenahi agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi tamu dari seluruh Indonesia sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat Gorontalo.