Editorial:
Jakarta, pertengahan pekan pertama Maret 2026. Di tengah hiruk-pikuk ibu kota menjelang akhir pekan, sebuah pertemuan sederhana namun sarat makna. Bukan di ruang rapat formal Sekretariat Negara, melainkan di sebuah meja berbuka puasa yang hangat.
Gubernur Gorontalo, Dr. Gusnar Ismail, duduk bersama satu meja dengan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono. pada Rabu malam, 4 Maret 2026.
Di meja yang sama, hadir pula Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Rafly. Tiga figur ini tampak begitu asyik dalam obrolan yang ringan santai namun substansial. Sesekali tawa renyah terdengar, diikuti anggukan serius ketika topik perbincangan beralih dari soal geopolitik global ke nasib pembangunan di ujung utara Sulawesi,yaitu Provinsi Gorontalo.
Yang menarik perhatian adalah keakraban yang terpancar antara Gusnar Ismail dan Sugiono. Di luar jabatannya sebagai Sekjen partai Gerindra, Sugiono saat ini dikenal sebagai Menteri Luar Negeri “kesayangan” Presiden Prabowo.
Momen ini tentu bukan sekadar silaturahmi tahunan. Di balik obrolan santai membahas kemajuan Provinsi Gorontalo, tersirat pesan penting,koordinasi yang solid antara daerah dan pusat sedang berjalan intensif. Gusnar Ismail, yang mewakili pemerintahan di ujung utara pulau sulawesi, tampak memanfaatkan momen Ramadhan ini untuk memastikan denyut nadi pembangunan di daerahnya tetap terhubung dengan detak jantung Pemerintahan di Jakarta.
Popularitas Gusnar di lingkaran elite nasional belakangan ini memang sedang menanjak. Bukan tanpa sebab. Dalam kurun waktu setahun terakhir, Provinsi Gorontalo mencatat beberapa prestasi yang membuat namanya kerap disebut dalam rapat-rapat koordinasi pusat. Entah itu di bidang ketahanan pangan,Pertanian,Pariwisata pembangunan Sumberdaya Manusia, Program Sosial ekonomi dan inovasi pelayanan publik, Gorontalo saat ini mendapat angin segar di bawah komando Gusnar Ismail.
Tak heran, jika namanya kini tidak asing lagi di kalangan akademisi dan praktisi pertahanan negara di Lemhannas. Reputasinya juga solid di konstituen KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Nasional, sebuah jaringan intelektual-organik di peta politik Indonesia.
pertemuan Ramadhan di meja buka puasa ini menjadi Berkah untuk Provinsi Gorontalo,bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kerja di lapangan, tetapi juga oleh kehangatan komunikasi di meja Pemerintahan Pusat .
Dengan modal elektoral yang kuat di daerah, pengalaman di lembaga ketahanan nasional, serta kedekatan personal dengan para menteri kunci, Gubernur Gusnar Ismail kini sedang berada dalam simfoni pembangunan Nasionak dengan orkestra yang tepat, dari ibu kota, untuk kemajuan tanah kelahirannya,Gorontalo.