Editorial:
Pariwisata telah ditahbiskan sebagai salah satu program unggulan Gubernur Gorontalo, Dr. Gusnar Ismail. Pilihan ini bukan sekadar ikut tren, melainkan sebuah strategi pembangunan yang berani dan visioner, mengingat potensi alam dan budaya Gorontalo yang masih seperti permata tersembunyi. Yang menggembirakan, langkah strategis ini tidak berhenti pada wacana. Saat ini, sektor pariwisata Gorontalo telah menunjukkan progress yang sangat baik, bukan hanya dalam statistik kunjungan, tapi lebih penting lagi dalam dampak riilnya. Ia telah menjelma menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan, memicu gelombang kewirausahaan lokal, serta mulai menarik minat investasi, baik nasional maupun mancanegara.
Kemajuan ini terlihat dari destinasi2 yang tumbuh, desa-desa yang mulai menghidupkan homestay, UMKM, para pemuda yang menjadi pemandu wisata budaya, Transportasi lokal, Hotel, hingga kuliner lokal yang naik kelas menjadi daya tarik tersendiri.
Ekonomi kerakyatan tumbuh karena setiap tamu yang datang adalah sumber pendapatan bagi para stakeholder pariwisata di Gorontalo, pengrajin karawo, hingga nelayan yang menyediakan hidangan segar. Di sisi lain, geliat investasi mulai terasa, membawa sentuhan modernitas yang diperlukan tanpa harus mengorbankan keaslian. Progress ini adalah modal sosial dan ekonomi yang sangat berharga, buah dari kebijakan yang tepat dan kerja keras semua pihak.
Untuk itu sektor pariwisata harus tetap menjadi unggulan, khususnya pengalokasian anggarannya yang harus dilindungi, konsisten, dan diarahkan untuk memperkuat fondasi yang telah terbangun.
Mengganggu fokus anggaran untuk pariwisata berarti mengorbankan sustainability progress yang telah dicapai. Dana yang terfragmentasi untuk terlalu banyak terbelah disektor olahraga akan menghasilkan hasil yang dangkal. Sebaliknya, anggaran yang terkonsentrasi memungkinkan pembenahan infrastruktur pendukung secara menyeluruh, pemasaran yang lebih masif dan terarah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan, serta penguatan ekosistem wirausaha lokal. Investasi besar untuk pengembangan destinasi2 unggulan seperti jalan ke hutan Nanti, Taman nasional, Taman Laut Olele, Biluhu, Hiu Paus, Danau Limboto atau situs budaya mustahil dilakukan dengan anggaran yang tersendat-sendat atau dialihkan.
Oleh karena itu, tugas ke depan bukan hanya menjaga momentum, melainkan juga menjaga integritas anggaran sektor pariwisata. Perlindungan fokus anggaran adalah bentuk nyata dari komitmen pada visi jangka panjang. Ia memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang telah bergulir tidak stagnan, bahwa wirausaha pariwisata lokal mendapat ruang untuk naik kelas, dan bahwa sinyal kepada investor nasional serta mancanegara tetap kuat dan jelas, Gorontalo serius, konsisten, dan dapat diandalkan dalam membangun pariwisatanya.
Kemajuan yang sangat baik yang diraih Gorontalo hari ini adalah pintu gerbang. Untuk melangkah lebih jauh dan menjadikan pariwisata sebagai pilar ekonomi yang tangguh, kunci utamanya terletak pada keteguhan memegang fokus. Dalam konteks ini, melindungi anggaran pariwisata dari gangguan sama artinya dengan melindungi masa depan ekonomi kerakyatan, melindungi mimpi wirausaha lokal, dan menjaga kepercayaan investasi. Inilah ujian sebenarnya dari sebuah program unggulan, bukan hanya pada saat diluncurkan, tetapi pada keteguhan hati untuk terus mempercayai dan menginvestasikan sumber daya terbaik padanya, ketika buah pertama kemajuan itu mulai terasa.