GORONTALO – Perhelatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan di bidang pertanian dan perikanan. Ribuan peserta yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia juga dimanjakan dengan keindahan destinasi wisata unggulan Kabupaten Gorontalo yang telah disiapkan pemerintah daerah. Dua di antaranya yang paling menyita perhatian adalah Pentadio Resort di siang hari dan kawasan Menara Limboto di malam hari.
Relaksasi Air Panas Alami dan Ikon Kucing Raksasa di Pentadio Resort
Terletak di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Pentadio Resort menyambut para peserta PENAS dengan pesona pemandian air panas alami yang telah lama menjadi andalan wisata daerah ini. Berlokasi di tepian Danau Limboto, resor ini menyediakan tiga kolam Panas besar dan sekitar enam kolam kecil dengan tingkat suhu air panas yang berbeda-beda. Tak hanya sekadar berendam kaki dan mandi air panas, pengunjung juga dapat menikmati fasilitas sauna berupa ruangan khusus dengan uap panas alami yang dipercaya memiliki khasiat untuk terapi kesehatan.

Setelah di revitalisasi dengan Bantuan Rachmat Gobel, kondisi pemandian air panas kini jauh lebih layak. Beberapa kolam yang sebelumnya tidak digunakan telah diperbaiki secara menyeluruh,taman juga lebih rapi dan bersih serta indah.
Namun daya tarik terbaru Pentadio Resort yang paling membuat peserta PENAS antusias adalah ikon kucing raksasa interaktif. Berbeda dari patung biasa, kucing raksasa ini dilengkapi sistem mekanis pada bagian mata dan telinganya sehingga bisa bergerak otomatis, memberikan pengalaman unik bagi pengunjung. Spot ini pun menjadi favorit bagi para peserta untuk berfoto bersama.

Street Coffee dan Kuliner Malam di Bawah Kemilau Menara Limboto
Memasuki malam hari, suasana berbeda terasa di kawasan Menara Limboto atau yang lebih dikenal dengan Menara Pakaya. Pemerintah daerah telah menata kawasan ini dengan konsep street coffee dan car free night untuk menghidupkan aktivitas ekonomi di malam hari.

Di sekitar menara setinggi 65 meter yang sering disebut “Eiffel-nya Gorontalo” ini, puluhan lapak UMKM berjejer menyajikan aneka kuliner mulai dari pentolan goreng, burger, nasi goreng hingga berbagai jenis minuman. Para peserta PENAS terlihat menikmati secangkir kopi dan kuliner di bawah gemerlap lampu hias yang membuat menara tampak futuristik dan artistik.
Keindahan malam di kawasan ini semakin sempurna dengan adanya videotron Bola Planet 360 dan lampu-lampu yang dipasang di sekujur menara. Suasana santai dan penuh kehangatan di street coffee Menara Limboto menjadi pilihan tepat bagi para peserta untuk melepas penat setelah mengikuti rangkaian acara PENAS sepanjang hari.
Dengan tersedianya fasilitas wisata yang representatif ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap para peserta dapat membawa pulang kesan positif serta cerita indah selama berada di Bumi Serambi Madinah. Seperti yang diungkapkan Rachmat Gobel, “Semuanya kami persembahkan untuk rakyat Gorontalo dan para tamu peserta Penas”.
PENAS Gorontalo tahun 2026 terbilang sukses,Sebuah Kerja Kolaborasi antara Pemerintah Pusat,Pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo dengan Bupati Sifyan Puhi dan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang di Nahkodai Gubernur Gusnar ismail,serta Tokoh Nasional,Anggota DPR RI, Rachmat Gobel,serta Organisasi Petani dan Nelayan KTNA.
Editor: dulwahab