Sektor pariwisata memegang peranan krusial dalam pertumbuhan ekonomi Gorontalo karena mampu mendiversifikasi ekonomi, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, serta mendorong pertumbuhan yang merata dan berkelanjutan.
pariwisata menjadi sumber pertumbuhan baru (new source of growth). Meskipun kontribusinya terhadap PDRB masih sekitar 2,3–2,4 persen pada 2023-2024, sektor ini tumbuh sangat cepat hingga 6,4 persen (year-on-year) pada 2024 tertinggi di Gorontalo. Lonjakan smskala Nasional kunjungan wisatawan yang mencapai 80,4 persen menjadi 3,4 juta orang menegaskan bahwa potensi ini tidak dapat diabaikan.
pariwisata merupakan pendorong utama ekonomi kerakyatan dan UMKM. Pengeluaran wisatawan langsung mengalir ke akomodasi, kuliner, dan transportasi, menciptakan efek berganda yang memicu permintaan produk lokal.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Gorontalo, Dr Rachmat Gobel, mendorong sektor perbankan untuk memperluas porsi pembiayaan ke sektor produktif, khususnya pariwisata, perhotelan, dan UMKM. Ajakan ini disampaikan dalam kunjungan kerja ke Kantor Cabang BTN Gorontalo, Kamis (7/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rachmat Gobel menilai bahwa selama ini perbankan termasuk BTN masih terfokus pada pembiayaan perumahan melalui KPR. Padahal, potensi ekonomi Gorontalo, terutama dari sektor pariwisata, dinilai sangat besar dan membutuhkan diversifikasi pendanaan agar dapat tumbuh optimal.
“Pariwisata Gorontalo punya peluang besar untuk tumbuh. Perbankan harus lebih hadir agar pelaku usaha lokal mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah,” ujar Rachmat Gobel.
Menurutnya, pengembangan sektor wisata akan menciptakan efek berganda ekonomi: meningkatkan kunjungan wisatawan, menyerap tenaga kerja baru, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di berbagai daerah. Potensi wisata alam, budaya, dan bahari Gorontalo, kata dia, perlu didukung dengan ekosistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
Rachmat Gobel juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan dalam percepatan pembangunan daerah. “Yang paling penting, masyarakat bisa merasakan langsung manfaat pembangunan. Ketika sektor produktif berkembang, ekonomi daerah juga akan ikut bergerak,” tambahnya.
Kunjungan tersebut disambut oleh Penjabat Branch Manager BTN Gorontalo, Irwan Hasbullah, beserta jajaran manajemen. Pihak BTN menyatakan terbuka terhadap masukan tersebut, termasuk gagasan penguatan pembiayaan pariwisata yang dinilai sesuai dengan kebutuhan daerah saat ini.
Manajemen BTN Gorontalo menyebutkan, usulan ini akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut dan diteruskan ke tingkat pusat sebagai bagian dari pengembangan program pembiayaan yang lebih inklusif dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor: dulwahab