Editorial:
Di Gorontalo, tambang bukan sekadar lubang di tanah yang menganga mencari mineral. Ia sering jadi panggung sandiwara tahunan yang selalu ramai pemain, tempat para elit politik bergantian naik panggung memerankan lakon “Sang Pembela Rakyat.” Sayangnya, seiring waktu, lakon ini sering kali lebih mirip komedi berulang daripada drama kepahlawanan yang sesungguhnya.
Setelah ber Polemik di GHM Marathon,Kini Walikota Gorontalo,Adhan Dambea, mulai menunjukkan Eksistensinya di dunia politik pertambangan (Politisasi Tambang).
Sorotan sinis pun dilontarkan ke arah Gubernur Gusnar Ismail, yang dianggap Kurang Mampu dalam mengurus izin pertambangan rakyat (IPR).
Pernyataan Adhan Dambea di media baru baru ini seolah menggambarkan bahwa Gubernur Gusnar tidak mampu Mampu Mengurus IPR di Pusat untuk para Penambang.
Fakta di lapangan mencatat sesuatu yang berbeda. Jauh sebelum Walikota Adhan angkat bicara tentang Penambang Rakyat, Gubernur Gusnar Ismail sudah bergerak dalam sunyi hampir setahun ini, Tanpa koar-koar media, tanpa orasi dan Provokasi dan ingin terlihat menjadi Pahlawan.
Gubernur Gusnar sudah lama membangun komunikasi dan proses birokrasi serta Administrasi yang nyata dengan Kementrian ESDM,Bahkan beberapa bulan lalu Gubernur Gusnar telah bertemu dengan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Bukan sekadar pertemuan formal biasa,Gusnar dan Bahlil adalah saudara se-organisasi di HMI, sebuah ikatan kultural dan ideologis yang kerap kali lebih tajam dayanya daripada dokumen resmi. Apalagi saat pencalonan Gusnar Ismail di Pilgub, rekomendasi Partai Golkar ditandatangani langsung oleh Bahlil Lahaldalia selaku ketua umum Partai Golkar.
Di sinilah ironi dan Lucu,di satu sisi Walikota Adhan menyuarakan ketidakpuasan, namun di sisi lain proses yang ia kritisi justru menunjukkan progres menggembirakan.
Informasi dari Pusat menyebutkan bahwa izin IPR untuk koperasi Tambang Rakyat di Gorontalo diperkirakan akan keluar sekitar bulan depan tahun 2026 ini,Tim Survei dari Kementrian ESDM telah turun langsung ke Gorontalo beberapa Bulan lalu. Ini adalah hasil dari hampir setahun kerja panjang yang dilakukan Gubernur Gusnar Ismail,tanpa acara seremonial yang melibatkan konvoi ribuan massa.
disebutkan di Media bahwa Walikota Gorontalo,Adhan Dambea akan Memfasilitasi Tempat untuk Para Penambang Demo Gubernur.
Harusnya Sejak dulu Walikota Adhan Dambea Bicara Membela Penambang Rakyat,Jangan baru sekarang,Agar tidak di cap Pahlawan Kesiangan dan punya Tendensi Politik?.
Gubernur Perwakilan Pemerintah Pusat,Walikota Harusnya Dukung Gubernur,Bukan Malah Ikut men-Demo?.