Editorial:
GORONTALO – Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa (13/1/2026) lalu, tidak diwarnai dinamika politik yang kerap menghiasi ruang dewan. Sebaliknya, suasana justru penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan. Acara pisah sambut Sekretaris Dewan (Sekwan) menjadi lebih dari sekadar ritual birokrasi; ia berubah menjadi sebuah simfoni penghargaan, silaturahmi, dan harapan untuk transformasi kelembagaan.
Di hadapan unsur pimpinan, anggota dewan, dan jajaran Sekretariat DPRD, jabatan Sekwan secara resmi beralih dari Sudarman Samad kepada Rifli Katili. Momentum ini menjadi cermin apresiasi kolektif atas dedikasi Sudarman yang telah memimpin sekretariat lebih dari tiga tahun. Dalam pidatonya, Sudarman tidak hanya menyampaikan terima kasih atas sinergi yang terbangun, tetapi juga meletakkan harapan besar di pundak penerusnya.
“Dengan kepemimpinan Sekretaris DPRD yang baru, saya berharap Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo semakin solid, profesional, dan siap memberikan dukungan optimal bagi tugas-tugas kedewanan,” ucap Sudarman, menekankan visi kelembagaan yang melampaui kepentingan individu.
Transisi ini punya narasi lanjutan yang menarik. Usai masa tugasnya, Sudarman tak langsung berpaling. Ia mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, sebuah rotasi strategis yang menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam menyegarkan dan memperkuat tulang punggung birokrasinya untuk pelayanan publik yang lebih baik.
esensi dari “gaya kepemimpinan” Sudarman justru terlihat jelas pada episode penutupnya di gedung dewan. Setelah acara resmi usai, perhatiannya beralih ke salah satu pilar demokrasi: pers. Melalui sebuah pesan sederhana di grup WhatsApp wartawan DPRD, ia secara resmi berpamitan.
“Assalamualaikum. Rekan-rekan yang saya banggakan. Dengan berakhirnya masa tugas saya sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo, mohon izin pamit. Terima kasih atas kerja samanya selama ini.”
Pesan itu bukan sekadar formalitas. Ia menuai respons hangat dari para jurnalis yang selama ini meliput dinamika DPRD. Banyak di antara mereka yang secara spontan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan kemudahan akses informasi yang dijembatani Sudarman selama masa jabatannya. Gestur kecil ini mengungkap sebuah prinsip penting: kepemimpinan yang efektif juga dibangun di atas relasi saling menghargai dengan media, sebagai mitra dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas publik.
Kini, tongkat estafet kepemimpinan Sekretariat DPRD Gorontalo berada di tangan Rifli Katili. Acara yang penuh nuansa khidmat dan kolegial ini diharapkan menjadi landasan yang kuat bagi dimulainya babak baru. Tantangan ke depan adalah menjadikan Sekretariat DPRD sebagai engine pendukung yang tangguh bagi tiga fungsi utama dewan: legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Pisah sambut di Gorontalo ini mengajarkan satu hal: transisi jabatan yang bermartabat dan penuh penghargaan bukanlah sebuah kemewahan, melainkan fondasi awal untuk membangun kelanjutan tata kelola yang profesional, kompak, dan berorientasi pada dukungan terhadap kinerja demokrasi legislatif di daerah. Suasana hangat yang tercipta bukan sekadar tentang masa lalu, tetapi lebih sebagai energi untuk memulai masa depan dengan langkah yang lebih mantap.