Editorial:
Ekonomi Gorontalo Triwulan I-2026 Tumbuh 7,68%, Tertinggi keempat Nasional,Kedua di Sulawesi
Gubernur Gorontalo,Dr Gusnar Ismail bisa dibilang Sukses Menahkodai Dan Menjaga Pertumbuhan serta Kestabilan Ekonomi Provinsi Gorontalo sepanjang tahun 2025-2026 , Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh melesat di luar dugaan sebesar 5,61% dalam basis tahunan (y-on-y).
Beberapa provinsi bahkan mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi daripada angka pertumbuhan nasional.
Lima besar provinsi pertumbuhan ekonomi tertinggi seluruhnya diisi oleh provinsi di luar Jawa. Lima besar provinsi dengan pertumbuhan tertinggi adalah adalah Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Kep. Riau.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi terkini yang menunjukkan kinerja menggembirakan. Sepanjang Triwulan I-2026, ekonomi Provinsi Gorontalo tercatat tumbuh kuat sebesar 7,68% secara tahunan (year-on-year/y-on-y).
Angka ini tidak hanya melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,61% pada periode yang sama, tetapi juga menempatkan Gorontalo sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Sulawesi. Posisi ini sekaligus mengonfirmasi bahwa wilayah Indonesia Timur, khususnya Gorontalo, terus menunjukkan akselerasi ekonomi yang signifikan.
struktur ekonomi Gorontalo masih didominasi oleh tiga sektor utama. Sektor Pertanian dan Perikanan tercatat menyumbang porsi terbesar hingga 50% terhadap total perekonomian daerah.
sektor Perdagangan Besar dan Eceran juga berkontribusi signifikan, didorong oleh meningkatnya ekspor antarwilayah serta konsumsi domestik seiring dengan berlangsungnya berbagai event daerah dan persiapan hari besar keagamaan.
Pertumbuhan sebesar 7,68% menempatkan Gorontalo dalam kelompok provinsi dengan laju ekspansi ekonomi tercepat di Indonesia untuk awal tahun 2026, sejajar dengan Maluku Utara (19,64%) dan Sulawesi Tengah (8,32%).
Capaian Gorontalo yang jauh di atas angka nasional ini menegaskan peran penting ekonomi daerah dalam menjaga ketahanan pertumbuhan nasional di tengah dinamika global.
- Maluku Utara: 19,64% (yoy)
- Nusa Tenggara Barat: 13,64% (yoy)
- Sulawesi Tengah: 8,32% (yoy)
- Gorontalo: 7,68% (yoy)
- Kepulauan Riau: 7,04% (yoy)