GORONTALO – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mendorong kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) agar adaptif dalam menghadapi perubahan zaman yang ditandai dinamika demokrasi dan pesatnya perkembangan teknologi. Pesan tersebut disampaikan saat menutup secara resmi kegiatan Advance Training (Latihan Kader III) Tingkat Nasional HMI Badko Sulut-Go Tahun 2026 di Aula Kantor BKPSDM Provinsi Gorontalo, Rabu (28/1/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pendidikan kader tingkat lanjut yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo. Ia menegaskan bahwa alumni LK III akan segera berhadapan dengan lingkungan strategis yang mengalami perubahan sangat cepat.
“Kita hidup pada dua fenomena yang mau tidak mau, suka tidak suka harus kita hadapi. Siapa yang survive adalah dia yang menguasai teknologi dan informasi, serta memiliki benteng iman yang optimal,” ujar Gusnar di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, Kepala Daerah menjelaskan bahwa era demokratisasi telah membuka ruang yang luas bagi setiap individu untuk berbicara dan menyampaikan pendapat. Kondisi ini, menurutnya, menuntut kader HMI untuk mampu hidup dalam diskursus dan dialektika yang sehat di tengah masyarakat.
Gubernur juga menyoroti perkembangan dunia digital yang bergerak lebih cepat dibandingkan kemampuan manusia dalam mengikutinya. Ia mengingatkan bahwa jika tidak dikuasai dan dikendalikan secara bijak, dunia digital justru berpotensi mengubah tatanan kehidupan sosial secara negatif.
“Pendidikan kader tingkat tiga ini sangat penting agar organisasi terus melahirkan kader yang mampu menjawab tantangan hari ini dan masa depan,” tutur Gusnar.
Di akhir sambutannya, Gubernur menekankan ciri khas HMI sebagai organisasi intelektual. Menurutnya, HMI tidak hanya kuat pada substansi pemikiran, tetapi juga memiliki keunggulan dalam metode dan teknik penyampaian gagasan. Ia menyatakan optimisme bahwa para peserta LK III mampu bertahan dan berkontribusi positif di tengah derasnya arus perubahan zaman.