POHUWATO – Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Kabupaten Pohuwato menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dan diproyeksikan terus bertumbuh hingga akhir tahun anggaran. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, saat mendampingi kunjungan kerja Gubernur Gusnar Ismail ke Samsat P3D UPTD Kabupaten Pohuwato, Kamis (26/2/2026).
Danial menjelaskan bahwa capaian positif ini merupakan hasil dari sinergi lintas sektor yang solid antara Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Pohuwato, jajaran Kepolisian, serta PT Jasa Raharja. Penguatan kolaborasi tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas layanan Samsat, optimalisasi sistem pembayaran berbasis digital, serta percepatan legalisasi dan registrasi kendaraan baru.
“Alhamdulillah, realisasi PKB dan BBNKB di Pohuwato menunjukkan tren yang semakin baik. Ini adalah hasil kerja bersama. Ketika kolaborasi terbangun kuat, maka dampaknya nyata terhadap penerimaan daerah,” ujar Danial.
Lebih lanjut, Kepala Bapenda menegaskan bahwa peningkatan penerimaan pajak kendaraan bukan sekadar capaian angka, melainkan indikator meningkatnya kesadaran fiskal masyarakat. Ia mengingatkan bahwa optimalisasi PKB dan BBNKB memberikan dampak langsung terhadap anggaran pembangunan di kabupaten/kota melalui mekanisme opsen sebesar 66 persen.
“Artinya, semakin tinggi kepatuhan wajib pajak, semakin besar pula kontribusinya terhadap pembangunan daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ini adalah kepentingan bersama,” imbuh Danial.
Danial memastikan bahwa Bapenda akan terus mendorong inovasi layanan berbasis digital, memperkuat pendekatan persuasif kepada wajib pajak, serta mengoptimalkan sistem pengawasan guna menjaga keberlanjutan tren positif ini.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan bahwa Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Samsat merupakan simpul strategis dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia berharap koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan penerimaan di Kabupaten Pohuwato, yang menjadi bagian dari strategi besar penguatan kemandirian fiskal Provinsi Gorontalo.
“Pelayanan publik harus terus kita perbaiki. Ketika pelayanan cepat, transparan, dan akuntabel, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan kepatuhan pajak akan meningkat,” tegas Gusnar.