Kolam renang Lahilote di Kota Gorontalo berubah menjadi medan tempur para perenang muda Indonesia Timur, Kamis (29/1/2026). Dengan kibasan air yang membasahi dek, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail secara resmi membuka Gorontalo Swimming Championship 2026, sebuah kejuaraan renang skala kawasan yang menjanjikan gengsi sekaligus pembinaan jangka panjang.
Event yang berlangsung hingga 31 Januari mendatang ini bukan sekadar rutinitas perlombaan. Diselenggarakan oleh Pengprov Akuatik Gorontalo, turnamen ini mempertandingkan piala bergilir Gubernur Gorontalo—sebuah simbol ambisi untuk menjadikan daerah ini sebagai episentrum baru olahraga akuatik di kawasan timur.
Sebanyak 213 atlet dari lima provinsi turun ambil bagian. Mereka datang dari Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, hingga Kalimantan Barat. Para perenang terbagi dalam tujuh kelompok umur, mulai dari KU-IV (10 tahun ke bawah) hingga kelompok senior (18 tahun ke atas). Dengan nomor lomba mulai dari gaya bebas, punggung, dada, hingga kupu-kupu, jarak tempuh yang dilombakan bervariasi antara 50 hingga 400 meter.
Di tengah hiruk-pikuk start blok dan tepuk tangan, Gubernur Gusnar Ismail menekankan esensi kompetisi ini lebih dari sekadar mengejar medali. “Piala bergilir ini hanya simbol. Boleh saja tahun ini ada di Gorontalo, tahun depan di provinsi lain. Yang paling penting adalah pembinaan atlet renang kita berkelanjutan. Jangan sampai semangat ini mati setelah lomba selesai,” ujar Gusnar dalam sambutannya.
Ia menyebut kejuaraan ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan atlet, khususnya di Gorontalo, mulai menunjukkan geliat. Apresiasi juga ia sampaikan kepada para pelatih dan pembina yang dinilai konsisten mendorong prestasi anak didiknya, baik di masa sekarang maupun untuk proyeksi jangka panjang.
Selain adu cepat di kolam, momen ini juga menjadi panggung administratif penting bagi organisasi olahraga setempat. Sekretaris Jenderal PB Akuatik Indonesia, Ali Patiwiri, turun langsung mengukuhkan jajaran Pengprov Akuatik Provinsi Gorontalo sisa masa bakti 2023-2027. Sofian Ibrahim resmi ditetapkan sebagai ketua umum, memikul tanggung jawab membawa renang Gorontalo ke level lebih tinggi.
Dengan kolam yang terus beriak oleh perlombaan selama tiga hari ke depan, Gorontalo tak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga ingin dikenal sebagai provinsi yang serius mencetak atlet akuatik berkelas. Di ujung turnamen, siapa pun yang membawa pulang piala bergilir, yang paling berharga adalah keberlanjutan mimpi para perenang muda Indonesia Timur.