GORONTALO—Pagi itu, Jumat (9/1/2026), halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo berubah menjadi lautan manusia berwarna-warni. Bukan karena demonstrasi atau protes, melainkan karena geliat kebersamaan dalam Jalan Sehat Kerukunan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, tampak hadir sejak pagi. Mereka tidak sekadar menjadi pejabat yang melepas peserta, tetapi ikut larut dalam semangat kebersamaan yang diusung acara tersebut. Ribuan peserta mulai berdesakan di garis start, siap menaklukkan rute yang telah ditentukan: menyusuri Jalan Thayeb M. Gobel, berbelok ke Jalan Andalas, lalu Jalan Tondano, sebelum kembali finis di halaman Kanwil.
Di tengah riuh rendah peserta yang didominasi warna putih dan hitam seragam ASN, Gubernur Gusnar mengambil mikrofon. Di hadapan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kaswad Sartono, para kepala kantor kota/kabupaten, pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan, serta jajaran Baznas Gorontalo, ia menyampaikan pesan yang menyentuh esensi peringatan itu.
“Mari kita berjalan sehat. Melalui kegiatan ini, kerukunan antar umat beragama, kerukunan di antara seluruh masyarakat provinsi akan semakin mantap,” ungkap Gusnar, disambut anggukan setuju para peserta.
Bagi Gubernur yang baru beberapa bulan menjabat itu, kerukunan adalah fondasi utama. Menurutnya, dengan kemantapan hubungan antarwarga, roda pemerintahan, pembinaan kemasyarakatan, dan pembangunan dapat dilaksanakan dengan mudah. Pesan klasik yang selalu relevan di daerah yang dikenal menjunjung tinggi toleransi seperti Gorontalo.
Namun, di balik pesan harmoni itu, Gusnar menyelipkan sebuah narasi yang lebih kontemporer: pembangunan ekonomi. Memanfaatkan momen yang dihadiri ribuan ASN dan tokoh masyarakat, ia secara halus mulai memperkenalkan program unggulan yang tengah diperjuangkan pemerintah provinsi.
“Kami saat ini sedang memperjuangkan pembangunan pabrik pakan ternak dan hilirisasi ayam terintegrasi,” ujarnya di sela-sela acara.
Ia menjelaskan, program ini bukan sekadar proyek biasa. Jika terealisasi, nilai investasi dan dampak ekonominya diproyeksikan mencapai sekitar Rp1,4 triliun—angka yang nyaris menyamai total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Gorontalo dalam satu tahun. Sebuah lompatan besar yang ingin diukir di masa kepemimpinannya.
Momentum Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag di Gorontalo memang dirancang lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Rangkaian acara telah dimulai sejak 3 Januari 2026 dengan apel upacara, kemudian dilanjutkan lomba memasak nasi goreng antarpejabat, lomba marching band, mini soccer, bola voli, catur, hingga puncaknya nanti malam tasyakuran.
Jalan sehat kerukunan pagi itu menjadi simbol bahwa pembangunan fisik dan ekonomi tidak perlu berbenturan dengan nilai-nilai keagamaan dan kerukunan. Bahkan, Gubernur Gusnar mencoba membuktikan bahwa momentum kebersamaan seperti HAB Kemenag justru bisa menjadi panggung untuk menyampaikan visi besar pembangunan. Di Gorontalo, kerukunan bukan sekadar slogan, tetapi juga kendaraan menuju kemajuan ekonomi.