Provinsi Gorontalo tengah berbenah diri. Seribu hari menuju pesta besar petani dan nelayan nasional, gebrakan telah dimulai. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, tidak mau setengah hati dalam menyambut gelaran Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang akan berlangsung di daerahnya pada 20 hingga 25 Juni 2026. Jumat sore di ibu kota, ia menggelar pertemuan strategis dengan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta, mengusung misi percepatan pembangunan infrastruktur.
Langkah Gusnar ini merupakan tindak lanjut cepat dari hasil rapat panitia pusat dan daerah yang baru saja berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo pada 28-29 Januari lalu. Di hadapan Direktur Jenderal Cipta Karya, Dewi Chomistriana—yang mewakili Menteri PU yang sedang bertugas ke Sumatera—Gusnar membeberkan daftar kebutuhan mendesak.
Bukan sekadar seremonial, usulan yang disampaikan menyentuh kebutuhan fundamental acara skala nasional. “Bapak Gubernur mengusulkan pembangunan akses jalan menuju pusat lokasi kegiatan, rehabilitasi sarpras Sport Center David-Tony, hingga fasilitas pendukung seperti toilet mobile, jaringan air bersih, dan truk pengangkut sampah,” ujar Jamal Nganro, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Gorontalo yang turut hadir dalam rombongan.
Dari meja hijau Kementerian PU, respons positif langsung mengalir. Dirjen Cipta Karya menyatakan kesiapan institusinya untuk memobilisasi berbagai fasilitas pendukung ke Gorontalo. Apalagi, agenda akbar ini direncanakan akan dibuka langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto—sebuah sinyal bahwa PENAS kali ini akan menjadi sorotan nasional.
Namun, di balik angin segar tersebut, pekerjaan rumah masih menganga. Untuk akses jalan menuju lokasi, Gubernur Gusnar sejatinya telah mengusulkan pendanaan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) sejak tahun 2025. Sayangnya, realisasi proyek ini masih tertahan di meja birokrasi lantaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo belum merampungkan Detail Engineering Design (DED). Begitu pula dengan rehabilitasi Sport Center David-Tony; kelanjutannya masih menggantung menunggu DED dari pemerintah kabupaten dan rekomendasi dari Kementerian Olahraga.
Meski demikian, optimisme terus digaungkan. Jamal menegaskan bahwa Gubernur juga telah melayangkan surat resmi ke Kemenpora. “Alhamdulillah, bapak Gubernur juga sudah menyampaikan surat ke Kemenpora. Insya Allah upaya yang dilakukan ini bisa segera terealisasi. Kementerian PU pada intinya siap mendukung,” pungkasnya.
Pertemuan itu tidak hanya dihadiri oleh jajaran teknis, tetapi juga para pengambil kebijakan daerah. Tampak mendampingi Gubernur, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M. Thomas Mopili, Wakil Bupati Gorontalo Tony Yunus, serta sejumlah kepala dinas terkait. Kebersamaan ini menjadi pertanda bahwa PENAS 2026 bukan hanya agenda seremonial, melainkan momentum kebangkitan infrastruktur dan martabat daerah di kancah nasional.