GORONTALO, 25 Februari 2026 — Memasuki usia satu tahun pemerintahan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, refleksi menjadi agenda penting untuk menakar sejauh mana pembangunan menyentuh kebutuhan warga. Di tengah suasana buka puasa bersama yang digelar di lingkungan pemerintah daerah, Selasa (24/2/2026), Wagub Idah menyuarakan harapan akan penguatan pengawasan, khususnya pada distribusi energi bagi masyarakat kecil.
Dalam acara yang dirangkai dengan penyerahan bantuan sosial tersebut, Idah menyampaikan bahwa sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Penurunan angka kemiskinan dan stunting menjadi modal untuk terus melaju menuju visi Gorontalo Maju dan Sejahtera 2030.
“Refleksi ini penting agar kita mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu dibenahi, sehingga program ke depan semakin tepat sasaran,” ujar Idah di hadapan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan undangan lainnya.
Idah menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak lepas dari sinergi seluruh elemen, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), lintas sektor, hingga dukungan masyarakat. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci menjaga kesinambungan program serta meningkatkan kepercayaan pemerintah pusat terhadap Gorontalo.
Namun, di tengah capaian yang membanggakan, perhatian khusus justru tertuju pada keluhan warga terkait harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer. Idah menjelaskan, secara struktural harga di tingkat agen tidak mengalami kenaikan. Akan tetapi, gejolak harga terjadi di lapangan, terutama saat Ramadan dan menjelang Hari Raya ketika kebutuhan masyarakat melonjak.
“LPG 3 kilogram ini diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu. Distribusinya harus diawasi agar tepat sasaran,” tegasnya.
Ia pun mendorong pengawasan diperkuat melalui sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait. Idah juga memastikan bahwa pasokan LPG dan BBM jenis Pertalite untuk Gorontalo aman berkat koordinasi dengan Komisi XII DPR RI. “Penambahan kuota telah disesuaikan dengan kebutuhan daerah atas permintaan Pemerintah Provinsi Gorontalo,” bebernya.
Refleksi satu tahun kepemimpinan pasangan yang akrab disapa G4S ini tidak hanya diisi dengan evaluasi, tetapi juga berbagi kebahagiaan. Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan paket bantuan kepada insan media, pelaku usaha warung kopi, majelis taklim, pengemudi bentor dan ojek online, serta pedagang kaki lima.
SIM gratis pun diberikan kepada para pengemudi bentor sebagai bentuk dukungan terhadap ketertiban administrasi dan keselamatan berlalu lintas. Di sisi lain, bantuan infaq juga diserahkan untuk mendukung pembangunan Masjid Raya Islamic Centre dari Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, menegaskan bahwa pembangunan fisik dan sosial berjalan beriringan di bawah kepemimpinan G4S.
—
Semoga sesuai dengan yang dibayangkan. Jika ada yang ingin ditambahkan atau dikurangi, beri tahu saya.