KOTA GORONTALO, 25 Februari 2026 — Satu tahun sudah roda pemerintahan di Provinsi Gorontalo dipimpin oleh Gubernur Dr. Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah. Bukan dengan seremonial formal di ruang tertutup, pasangan yang akrab disapa “Gusnar-Idah” ini memilih momen Ramadan yang penuh berkah untuk merayakan sekaligus merefleksikan perjalanan mereka.di pusat kota Gorontalo, Selasa petang, di gelar acara Buka Puasa bersama dan Silaturahmi dengan tema “Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Gusnar-Idah”.

Nuansa hangat dan Gembira serta optimis terasa sejak memasuki ruangan. Di sana, duduk para tokoh masyarakat Gorontalo, pimpinan organisasi masyarakat (Ormas), jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, hingga konstituen yang menjadi penyokong suara dalam Pilgub lalu.
Di meja utama, terlihat perwakilan Partai Gerindra duduk Bersama dengan kader Partai Golkar, Demokrat, dan tentu saja para koordinator relawan. Pemandangan ini seakan menjadi simbol nyata dari sebuah stabilitas politik pasca-kontestasi.
Turut Hadir Juga dalam acara Silaturahmi Ramadhan ini dari Kontestan Pilgub Seperti Prof Nelson Pomalingo,Dr Marten Taha,Menandakan Dukungan dan Apresiasi Atas Kemajuan Perjalanan Provinsi Gorontalo.
Jika biasanya momen setahun pemerintahan diwarnai dengan riak-riak konflik antar-pendukung atau perebutan pengaruh, saat ini justru tercipta harmoni.
Kehadiran semua unsur partai pengusung ini seolah menjadi pesan tersirat bahwa koalisi yang dibangun saat pilkada lalu bukan sekadar ikatan sementara untuk memenangkan kursi. Lebih dari itu, ini adalah fondasi kokoh untuk membangun daerah Provinsi Gorontalo secara Bersama sama.
Acara tidak langsung diawali dengan hidangan berbuka. Sebelum azan Magrib berkumandang, suasana dibuat hening sejenak saat layar lebar menampilkan presentasi data dan grafik progress kemajuan Provinsi Gorontalo, Tim teknis dari OPD memaparkan sederet progress kemajuan Provinsi Gorontalo selama satu tahun terakhir. Angka-angka pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, hingga program-program unggulan yang menyentuh langsung masyarakat diperlihatkan secara transparan. Ini adalah bukti kerja, janji yang ditepati, dan fondasi untuk tahun-tahun berikutnya.
sebagai refleksi, acara ini tidak hanya berbicara tentang angka dan data fisik. Setelah paparan pembangunan, acara beranjak ke dimensi spiritual. Seorang ulama terkemuka Gorontalo diundang untuk memberikan tausiah dan ceramah agama. Di tengah hiruk-pikuk politik dan pembangunan, ada pengingat bahwa kepemimpinan adalah amanah,mengingatkan para hadirin tentang makna kekuasaan sebagai ladang ibadah, tentang pentingnya kesejahteraan Rakyat dan tentang kewajiban pemimpin untuk terus mendengar suara rakyat.
Momen ini menjadi penyeimbang antara gemerlapnya data pembangunan dan kebutuhan spiritual masyarakat. Ini adalah pengakuan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari betapa tingginya gedung atau mulusnya jalan, tetapi juga dari seberapa dekat pemimpinnya dengan nilai-nilai ketuhanan dan Keumatan.
Acara ditutup dengan Sholat Tarawih Bersama.

Refleksi setahun pemerintahan Gusnar-Idah pada Selasa malam itu bukanlah sekadar laporan pertanggungjawaban. Ia adalah sebuah simfoni,nada-nada pembangunan dari data OPD, harmoni persatuan dari Masyarakat Gorontalo dan nada-nada spiritual dari tausiah ulama. ini adalah sebuah pertanda, maka Gorontalo tengah berada di jalur yang tepat menuju masa depan yang lebih stabil, maju, dan berkah.