GORONTALO, 23 Februari 2026 — Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali membuktikan komitmennya berpihak pada rakyat kecil. Di tengah hiruk-pikuk Ramadan, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie turun langsung ke lapangan, melayani warga yang berbelanja dalam pasar murah bersubsidi di Kelurahan Dembe, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Minggu (22/2/2026).
Kehadiran keduanya di tengah antrean ibu-ibu dan para lansia bukan sekadar seremoni. Dengan tangan terulur, mereka menyerahkan paket sembako murah, sesekali menyapa dan menanyakan kabar warga yang datang. Pemandangan ini menjadi potret nyata bahwa pemerintah hadir tidak hanya di balik meja, tetapi juga di tengah denyut nadi kehidupan masyarakat.
Pasar murah ini merupakan agenda ketiga setelah sebelumnya digelar di Kabupaten Gorontalo Utara dan Bone Bolango. Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto melalui kementerian terkait di bidang pangan dan pertanian.
“Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat, terutama kalangan kurang mampu, agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Idah dengan nada penuh empati.
Ia menegaskan, pasar murah menjadi kebutuhan mendesak di tengah fluktuasi harga yang kerap terjadi selama Ramadan. Pemerintah berkomitmen melakukan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik.
Yang membuat pasar murah ini istimewa, ada tujuh komoditas pokok yang dijual dengan harga jauh di bawah pasaran. Dengan hanya merogoh kocek Rp95.000, masyarakat bisa membawa pulang paket sembako yang seharga Rp247.750 di pasaran. Artinya, pemerintah menanggung subsidi sebesar Rp152.750 atau setara 62 persen dari harga normal.
Komoditas tersebut meliputi beras lima kilogram seharga Rp25.000, minyak goreng Rp10.000 per liter, cabai rawit Rp10.000 per 0,25 kilogram, bawang merah Rp10.000 per 0,5 kilogram, gula pasir Rp10.000 per kilogram, telur Rp10.000 per 10 butir, serta ayam pedaging Rp20.000 per ekor.
Tak hanya pemerintah, pasar murah ini juga melibatkan sejumlah pelaku usaha dan gerai yang rela menjual barang di bawah harga normal. Ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi di bulan suci tidak hanya milik pemerintah, tetapi juga mengalir dari para pelaku usaha yang peduli.
Bagi warga Kelurahan Dembe dan sekitarnya, kehadiran pasar murah ini bagai oase di tengah panasnya harga. Senyum sumringah terpancar dari wajah para ibu yang pulang dengan tas belanjaan penuh. Ramadan kali ini terasa lebih ringan, karena pemerintah tak hanya bicara, tetapi hadir dan melayani.