Editorial:
GORONTALO – Dalam langkah strategis menghadapi sejumlah agenda organisasi yang krusial, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Gorontalo membentuk Satuan Tugas (Satgas) Revitalisasi. Pembentukan ini merupakan bagian dari upaya penataan dan penguatan ulang struktur partai hingga ke tingkat paling bawah, sekaligus sinyal persiapan mesin politik menghadapi tahapan internal dan eksternal ke depan.
Satgas tersebut diresmikan dalam Rapat Pimpinan Harian (Rapinhar) di Kantor DPD setempat, Senin (5/1/2026). Agenda mendesak yang menjadi latar belakangnya adalah penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab) yang akan digelar dalam waktu dekat.
Ketua DPD Partai Demokrat Gorontalo, Erwin Ismail, menegaskan bahwa kehadiran Satgas bukan sekadar formalitas. Di hadapan jajaran Pimpinan Harian, Erwin menjelaskan peran vital Satgas dalam melakukan konsolidasi, koordinasi, dan penataan kembali kerangka organisasi.
“Satgas ini bertugas merapikan struktur dan memetakan kembali kekuatan organisasi jelang Musda dan Muscab. Revitalisasi penting agar Partai Demokrat semakin solid dan siap menghadapi agenda politik ke depan,” tegas Erwin. Pernyataannya menekankan pada kebutuhan partai untuk tampil dalam kondisi terstruktur dan terkoordinasi dengan baik.
Untuk memimpin tugas tersebut, DPD menunjuk Helmi Rasid, yang juga merupakan Ketua Komisi 1 DPRD Bolmong Raya (Balemo), sebagai Ketua Satgas. Tugas utamanya adalah melakukan verifikasi dan konsolidasi internal secara vertikal, mulai dari tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) hingga ke Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC).
Helmi Rasid menyatakan kesiapan timnya untuk bekerja dengan cepat, sistematis, dan mengandalkan basis data organisasi. “Kita ingin memastikan semua struktur berjalan aktif, memiliki fungsi kerja yang jelas, dan siap bergerak bersama. Demokrat harus hadir sebagai partai yang modern, terbuka, dan dekat dengan masyarakat,” ujar Helmi.
Helmi menambahkan bahwa Satgas akan memberikan batas waktu pemenuhan struktur. “Apabila dalam batas waktu yang diberikan struktur belum juga terpenuhi, maka akan kami rekomendasikan kepada DPD untuk mengambil sikap sesuai mekanisme konstitusi organisasi,” tambahnya. Pernyataan ini mengisyaratkan adanya evaluasi mendalam dan kemungkinan tindakan korektif terhadap cabang-cabang yang dianggap tidak aktif atau tidak tertata.
Pembentukan Satgas ini, dalam perspektif politik internal, lebih dari sekadar administrative task force. Ia diproyeksikan sebagai ujung tombak konsolidasi untuk memastikan seluruh lini partai solid sebelum masuk ke dalam proses musyawarah yang seringkali dinamis dan penuh ketegangan. Musda dan Muscab bukan hanya agenda regenerasi kepemimpinan, tetapi juga momen untuk menyelaraskan visi dan menyatukan barisan.
Harapan besar disandangkan pada Satgas ini. Helmi berharap langkah ini menjadi penguat mesin politik Demokrat Gorontalo. “Dengan hadirnya Satgas, kita berharap ada perubahan yang baik di tubuh organisasi. Sebab, kalau organisasi tertata, maka ikhtiar untuk mengawal agenda-agenda kerakyatan di Gorontalo akan terwujud,” tutupnya.
pembentukan Satgas Revitalisasi adalah cermin dari kesadaran partai tentang kebutuhan internalnya. Dalam cuaca politik nasional yang semakin panas, Partai Demokrat Gorontalo tampak tidak ingin terjebak pada persoalan domestik. Mereka berusaha membenahi rumahnya terlebih dahulu, agar lebih kokoh dan lincah menghadapi gelombang persaingan politik daerah maupun nasional di masa mendatang. Keberhasilan Satgas ini akan diuji ketika proses Musda dan Muscab berlangsung, dan yang lebih penting, ketika partai ini kembali turun ke gelanggang pertarungan elektoral.