Dalam perjalanan satu tahun memimpin Provinsi Gorontalo, Gubernur Gusnar Ismail menunjukkan langkah kerja yang dinilai progresif. Meski masih dalam periode awal, sejumlah capaian di berbagai sektor pembangunan mulai terlihat. Salah satu indikator menarik adalah terjalinnya komunikasi dan sinergi strategis dengan mantan pemimpin daerah.
Dalam suasana santai namun penuh substansi di RM Brazil, Kelurahan Leato Utara, Minggu (21/12/2025), Gusnar Ismail menjalin silaturahmi sekaligus diskusi mendalam dengan Fadel Muhammad, Gubernur Gorontalo dua periode yang kini menjadi Anggota DPD RI dapil Gorontalo. Pertemuan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan ajang bertukar pikiran untuk menentukan arah pembangunan Gorontalo ke depan, menunjukkan penerusan estafet kepemimpinan yang konstruktif.
Fadel Muhammad, yang memiliki rekam jejak panjang dalam membangun daerah, memberikan penilaian positif terhadap kinerja Gusnar sejauh ini. Pertemuan mereka menyepakati sejumlah agenda strategis, dengan dua sektor utama menjadi sorotan.
Pertama, sektor pertanian, khususnya penguatan komoditas jagung sebagai tulang punggung ekonomi. “Kami sepakat perlunya penguatan kebijakan dan dukungan berkelanjutan, agar sektor pertanian terus memberi nilai tambah bagi masyarakat,” tegas Fadel Muhammad. Pernyataan ini mengisyaratkan komitmen untuk tidak hanya menjaga, tetapi juga mengakselerasi program unggulan yang telah menjadi basis ekonomi warga.
Kedua, pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan. Pemerintah daerah berencana memperkuat program beasiswa bagi generasi muda Gorontalo. Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing daerah, menunjukkan kesadaran bahwa pembangunan fisik harus beriringan dengan peningkatan kualitas manusia.
Di luar dua sektor krusial tersebut, pertemuan itu juga membahas agenda pendukung lain. Gubernur Gusnar mengonfirmasi rencana bersama untuk menemui pimpinan DPR RI guna memperjuangkan dukungan bagi Embarkasi Haji Gorontalo—sebuah isu strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, Gusnar menyatakan kesediaannya untuk menghadiri Musyawarah Besar Lamahu pada 25 Januari di Jakarta, yang diundang oleh Fadel Muhammad. Kehadiran ini penting dalam konteks merawat ikatan kultural dan sosial masyarakat Gorontalo di tingkat nasional.
Pertemuan antara Gusnar Ismail dan Fadel Muhammad merefleksikan suatu pola kepemimpinan yang menghargai warisan sekaligus berorientasi pada terobosan baru. Dalam usia satu tahun pemerintahannya, Gusnar tidak hanya fokus membangun dari dalam, tetapi juga aktif membangun jembatan komunikasi dengan para pemangku kepentingan kunci, baik di tingkat lokal maupun nasional. Sinergi seperti ini menjadi modal politik dan administratif yang berharga untuk mempercepat laju pembangunan, dengan tetap menjadikan pertanian dan SDM sebagai fondasi utamanya.