Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Provinsi Gorontalo yang berlangsung pada Jumat, 5 November 2025, Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun, menyoroti sebuah ironi yang mencolok terkait prestasi pemerintah daerah yang baru-baru ini meraih penghargaan sebagai Provinsi Layak Anak.
Ghalieb menyoroti fakta bahwa meskipun Provinsi Gorontalo diakui sebagai provinsi yang peduli terhadap anak-anak, angka kasus kekerasan seksual terhadap anak justru mengalami peningkatan yang signifikan.
Dengan data mencatat sekitar 300 kasus telah dilaporkan, Ghalieb mempertegas bahwa angka sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi karena banyak kasus yang tidak terlaporkan.
“Penghargaan Provinsi Gorontalo sebagai provinsi layak anak haruslah lebih dari sekadar simbolisme, namun harus diwujudkan melalui tindakan nyata dari pemerintah,” tegas Ghalieb setelah menghadiri peringatan HUT provinsi.
Menurut Ghalieb, penting bagi pemerintah untuk lebih memfokuskan upaya pada edukasi, sosialisasi, dan langkah-langkah preventif yang lebih kuat guna mengurangi kasus kekerasan terhadap anak.
Ghalieb juga menganggap penting adanya penguatan terhadap Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk mendukung upaya tersebut.
Selain itu, Ghalieb menyoroti kendala kelembagaan yang dianggap menghambat penanganan kasus kekerasan, di mana Provinsi Gorontalo belum memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang secara khusus menangani laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak, meskipun Peraturan Gubernur (Pergub) untuk pembentukan UPTD tersebut telah diterbitkan.
Ghalieb menegaskan bahwa cita-cita awal berdirinya Provinsi Gorontalo adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, memberikan pelayanan publik yang optimal, dan mendorong kemajuan daerah.
Ia berharap bahwa momentum peringatan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo dapat menjadi panggilan dan komitmen bersama untuk tindakan nyata, bukan hanya sebagai seremoni tahunan.
“Perayaan ini harus mengingatkan kita bahwa tugas kita untuk melindungi generasi dan memajukan kesejahteraan rakyat masih jauh dari selesai,” pungkas Ghalieb.